Siaran Pers-Presiden Minta BRG Lanjutkan Pembangunan Sekat Kanal

SIARAN PERS
BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA
No: SIPERS/BRG/20/8/2019

Dapat disiarkan segera

Presiden Minta BRG Lanjutkan Pembangunan Sekat Kanal

Jakarta, 6 Agustus 2019  – Presiden Joko Widodo meminta Badan Restorasi Gambut (BRG) terus melanjutkan pembangunan sekat kanal untuk membasahi ekosistem gambut agar kebakaran bisa diminimalkan di musim kemarau. Presiden juga meminta Pemerintah Pusat termasuk BRG berkoordinasi mendukung pemerintah daerah, TNI, dan Polri menanggulangi berbagai kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini.

“Kejadian kebakaran hasil menurun terus setiap tahun”, demikian diungkapkan Kepala BRG, Nazir Foead usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019 di Istana Negara, Selasa (6/8).

Nazir mengungkapkan, Presiden berpesan kepada semua jajaran terkait penanganan kebakaran lahan. Menurut Nazir, Presiden Jokowi meminta agar pencegahan harus jadi kunci, juga deteksi dini, serta respon cepat pemadaman. “Tak kalah pentingnya, penegakkan hukum yang tegas tanpa pandang bulu,” ungkapnya.

Khusus kepada BRG, Presiden Jokowi berpesan terus melakukan penataan ekosistem gambut. “BRG diminta untuk menjaga tinggi muka air dan kebasahan gambut,” kata Nazir.

—- selesai —–

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Myrna A. Safitri

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan

Badan Restorasi Gambut RI

Gedung Sekretariat Negara Lantai 2

Jl. Teuku Umar 10, Menteng, Jakarta Pusat 10350

Tel: (021) 319 012608, Mobile: +62 816-861-372, e-mail: myrna.safitri@brg.go.id

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut adalah lembaga non struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Badan ini dibentuk pada 6 Januari 2016 melalui Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2016. Fungsi dan tugas BRG adalah mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut di 7 provinsi: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. BRG ditargetkan merestorasi gambut Indonesia yang rusak seluas kurang lebih 2 juta hektar hingga tahun 2020.