Siaran Pers – Pengaturan Neraca Air dan Tata Kelola Air untuk Restorasi Ekosistem Gambut Berkelanjutan

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

NO: SIPRES/BRG/32/11/2019

Dapat disiarkan segera

Pengaturan Neraca Air dan Tata Kelola Air untuk Restorasi Ekosistem Gambut Berkelanjutan

Pertemuan Ilmiah Nasional dilaksanakan dalam rangkat memperkuat sinergi BRG, Ilmuwan dan Akademisi dalam merestorasi Kesatuan Hidrologis Gambut

Jakarta, 26 November 2019 – Badan Restorasi Gambut (BRG) melaksanakan Pertemuan Ilmiah Nasional sebagai upaya BRG dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan dan inovasi riset terkait neraca dan tata kelola air ekosistem gambut untuk 2020. Pertemuan Ilmiah Nasional ini dihadiri 139 peserta dari berbagai Lembaga Negara, Institusi Pemerintah, Lembaga Penelitian, Peneliti Lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat serta Universitas di Indonesia. Pertemuan Ilmiah Nasional ini berlangsung selama tiga hari sejak 25 hingga 27 November 2019 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta. “Pertemuan ini digagas untuk mendiskusikan integrasi pengetahuan dan inovasi teknologi terkait neraca air dan tata kelola air ekosistem gambut sebagai dukungan ilmiah restorasi berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan meningkatkan kerja riset interdisipliner, orientasi untuk solusi berkelanjutan,” kata Kepala BRG Nazir Foead dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (26/11).

Nazir berharap hasil dari pertemuan ilmiah bisa memberikan dukungan konkret bagi upaya pengelolaan ekosistem gambut dalam suatu KHG. Pasalnya, restorasi KHG mempunyai basis ilmiah yang kuat yang didapat melalui kerja sama riset terpadu dan berkesinambungan. “Apalagi restorasi lahan gambut yang melibatkan semua pemangku kepentingan dalam satu hamparan KHG agar ada pemahaman yang sama perihal tata kelola air di lahan gambut.”

Nazir menyebutkan, untuk memulihkan ekosistem gambut perlu pendekatan yang komprehensif, holistik, dan integratif dalam penggunaan lahan gambut di samping program teknis 3R (Rewetting, Revegetation, dan Revitalization). Selain itu, para pemangku harus mendukung dan berpartisipasi dalam proses perbaikan ekosistem gambut di KHG.

Peranan riset krusial dalam merestorasi lahan gambut di Indonesia. Apalagi topik pembahasan dalam pertemuan ini dipilih berdasarkan pendekatan 3R seperti isu restorasi KHG berkelanjutan, sintesis pembelajaran riset aksi hidrologi, sintesis pembelajaran revegetasi, sintesis sosial, ekonomi, antropologi, dan kebijakan, serta sintesis dan pembelajaran restorasi gambut terintegrasi. “Kami optimistis hasil pertemuan ilmiah ini dapat dimanfaatkan dan diformulasikan dalam bentuk naskah yang dibukukan untuk pengelolaan integratif ekosistem KHG yang berkelanjutan. Diharapkan bahwa restorasi KHG dapat dilaksanakan dengan dukungan pengembangan pengetahuan dan inovasi riset dari berbagai pihak agar kelestarian ekosistem gambut tropis Indonesia terjaga,” pungkasnya.

-Selesai-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Dr. Haris Gunawan
Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut
Republik Indonesia
haris.gunawan@brg.go.id
0812-2137-8019

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.