Siaran Pers – Penandatanganan MOU antara BRG dengan Bukalapak dan BRG dengan MUI

SIARAN PERS
BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA NO: SIPRES/BRG/33/12/2019

Dapat disiarkan segera

Dorong Percepatan UMKM Petani Gambut dan Masjid Peduli Gambut Badan Restorasi Gambut Gandeng Bukalapak dan MUI

Jakarta, 18 Desember 2019 – Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG), hari ini (18/12) menandatangani nota kesepahaman dengan Bukalapak dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerjasama ini dilakukan untuk mempercepat pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat di desa-desa yang didampingi dalam program Desa Peduli Gambut (DPG) di area target restorasi gambut.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, menyambut baik ditandatanganinya nota kesepahaman ini, “BRG percaya bahwa upaya restorasi ekosistem gambut di Indonesia adalah tanggung jawab berbagai pihak. Dukungan dari mitra seperti Bukalapak terutama dalam hal pemasaran digital, serta MUI dalam hal edukasi restorasi gambut berbasis masjid, kami harap dapat membuat upaya restorasi di ekosistem gambut berkelanjutan,” ujarnya.

Program DPG merupakan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat desa mengenai upaya restorasi gambut. Melalui program DPG diharapkan masyarakat desa dapat berkontribusi langsung dalam restorasi gambut sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. Dengan program ini dilakukan antara lain pelatihan pengelolaan ekosistem gambut secara alami dan tanpa bakar. Pemberian nilai tambah pada produk pangan dan kerajinan yang dihasilkan petani dan UMKM yang dikelola generasi milenial di desa. “Kami mendampingi dikembangkannya produk berkualitas baik dari komoditas unggulan di tiap desa. Promosi produk-produk serta upaya pengelolaan ekosistem gambut secara alami inilah yang terus kami dorong,” ujar Nazir.

Fajrin Rasyid, Co-Founder and President Bukalapak menyatakan kerjasama dengan BRG akan memperluas jangkauan bisnis para pelaku UMKM khususnya petani dan perajin gambut. “Bukalapak sangat mengapresiasi kerja sama dengan BRG, karena selain dapat berkontribusi dalam upaya restorasi ekosistem gambut Indonesia, kami juga melihat peluang untuk menyediakan ruang bagi para petani dan perajin untuk memasarkan produknya melalui online platform kami. Selain itu, pelatihan pemasaran digital untuk produk yang dihasilkan oleh masyarakat ekosistem gambut diharapkan dapat memperkuat konten dan komunitas pelapak di seluruh Indonesia,” ujar Fajrin.

Dalam kerjasama ini Bukalapak akan mendukung pelatihan tentang pemasaran digital kepada petani dan perajin di desa-desa target restorasi gambut, mendorong promosi produk olahan desa melalui berbagai kegiatan.

Senada dengan itu, Dr. Ir. H. Hayu Susilo Prabowo, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan optimisme kerjasama dengan BRG dapat meningkatkan pemahaman masyarakat desa terhadap pengelolan lingkungan yang baik. “Kerjasama antara BRG dengan MUI pada program Da’i Peduli Gambut merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman serta memberikan inspirasi sekaligus memberdayakan organisasi keagamaan untuk aktif berperan dalam perlindungan Lingkungan hidup baik secara lisan maupun aksi, baik dalam kegiatan ibadah dan muamalah. Nantinya MUI akan memberikan prinsip-prinsip Islam dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam untuk menjadi pedoman dalam pembuatan modul pendidikan dan dakwah untuk peningkatan kapasitas Da’i Peduli Gambut serta penguatan jaringan institusi masjid,” jelas Hayu.

Kerjasama BRG dan MUI juga mencakup pengembangan Eco-Masjid atau Masjid Peduli Gambut pada desa-desa gambut terkait pengelolaan air, dan sanitasi yang baik, edukasi pengelolaan lahan gambut tanpa bakar serta sosialisasi FATWA MUI No 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendaliannya.

-selesai-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Myrna Safitri
Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia
myrna.safitri@brg.go.id
+62816861372

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.