Siaran Pers-BRG Lirik Potensi Penggemukan Kerbau Rawa di Sumatera Selatan

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA NO: SIPRES/BRG/23/08/2019

Dapat disiarkan segera

BRG Lirik Potensi Penggemukan Kerbau Rawa di Sumatera Selatan

Sinergi untuk dukung Provinsi Sumatera Selatan jadi Sentra Kerbau Rawa Dwiguna sekaligus Upaya Pembangunan SDM Sekitar Ekosistem Gambut Sumatera Selatan

Palembang, 15 Agustus 2019 – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hari ini (15/08) di Griya Agung, Kota Palembang, untuk mendengarkan paparan potensi ekonomi dari penggemukan kerbau rawa oleh Universitas Sriwijaya. Nazir menyatakan, BRG akan melakukan kajian bisnis untuk menganalisa potensi ekonomi dan pengembangan SDM yang dapat dihasilkan dari upaya penggemukan kerbau rawa sebagai salah satu bentuk program revitalisasi ekonomi masyarakat gambut di Sumatera Selatan untuk dukung upaya restorasi ekosistem gambut di provinsi ini.

Revitalisasi ekonomi atau R3 merupakan salah satu program utama BRG untuk upaya restorasi ekosistem gambut yang telah dilaksanakan sejak 2016 sesuai dengan mandat yang tertuang dalam Perpres No. 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. “Selain rewetting atau pembasahan dan revegetasi ekosistem gambut yang terdegradasi, penting bagi BRG untuk mengembangkan SDM sekitar ekosistem gambut untuk dapat mengelola lahan secara bijak dan ramah lingkungan berkelanjuta. Selama upaya penggemukan kerbau rawa dapat memberikan manfaat optimum ekonomi dan ekologis untuk ekosistem gambut, BRG akan dengan senang mendukung terwujudnya sinergi ini,” ungkap Nazir.

Plasma nutfah kerbau rawa asli Sumatera Selatan telah ditetapkan sebagai rumpun lokal Indonesia melalui SK Kementan No.694/Kpts/PD.410/2/2013. Kerbau rawa asli Sumatera Selatan terbukti memiliki kekerabatan dengan kerbau unggul. Sifat pemeliharaan dan penggemukan budidaya kerbau rawa di Sumatera Selatan masih menggunakan cara tradisional yang menggunakan banyak SDM ahli.

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan, “ternak lembu dan kerbau rawa menjadi perhatian pemerintah daerah Provinsi Sumatera Selatan. Yang perlu diperhatikan adalah aspek bisnis dan manajemen SDM yang sedang dikaji. Apabila terbukti dapat berjalan berkelanjutan kami dengan sangat senang menerima bantuan dari berbagai pihak termasuk Badan Restorasi Gambut.”

Kegiatan revitalisasi ekonomi kepada masyarakat ekosistem gambut di Sumatera Selatan telah dilakukan sejak tahun 2017 yakni pemberian 11 paket di tahun 2017; 26 paket di tahun 2018; dan rencana pemberian 27 paket di tahun 2019. Selain itu pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas teknis dan kelembagaan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat ikut membantu dalam upaya restorasi gambut.

-Selesai-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Myrna Safitri

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia

myrna.safitri@brg.go.id

+62816861372

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs Badan Restorasi Gambut di brg.go.id