Siaran Pers – BRG Dukung Inisiatif Petani Bentuk Koperasi Petani Gambut untuk Kembangkan Produk Khas Gambut

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

NO: SIPRES/BRG/34/12/2019

Dapat disiarkan segera

BRG Dukung Inisiatif Petani

Bentuk Koperasi Petani Gambut untuk Kembangkan Produk Khas Gambut

Pekanbaru, 14 Desember 2019 – Hari ini (14/12) kelompok masyarakat petani gambut binaan Badan Restorasi Gambut (BRG) meresmikan pembentukan Koperasi Petani Gambut Riau (KPG Riau) hasil inisiatif para petani. Pembentukan KPG Riau bertujuan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas dan mendorong peningkatan hasil produksi serta kualitas produk petani gambut di Riau yang telah melakukan praktik budidaya ramah gambut serta mendapatkan pendampingan oleh BRG.

Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, menyambut baik pembentukan KPG Riau ini,“BRG menyambut baik dan berterima kasih atas inisiatif kelompok masyarakat dampingan BRG dalam membentuk KPG Riau ini. Sejak 2017, BRG telah melakukan program revitalisasi ekonomi atau R3 sebagai komponen penting restorasi ekosistem gambut. Program ini berhasil memberikan wadah masyarakat untuk memanfaatkan ekosistem gambut dengan ramah lingkungan dan menghasilkan produk-produk khas gambut yang memiliki nilai jual. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi hasil pertanian, perkebunan dan usaha kecil dari para petani yang telah BRG bina dan mendukung ekosistem pasar dan penjualan produk yang telah dihasilkan, agar program revitalisasi ekonomi ini dapat berdikari dan berkelanjutan.”

Provinsi Riau merupakan salah satu area prioritas restorasi sesuai dengan tugas BRG yang tertuang pada Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG hadir di Provinsi Riau mengajak seluruh elemen masyarakat gambut untuk bersama menjaga, memelihara dan memperbaiki tata kelola ekosistem gambut rusak, salah satunya dengan program revitalisasi ekonomi atau R3. Program berbentuk investasi sosial ekonomi ini ditanamkan oleh Pemerintah melalui BRG dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Provinsi Riau yang berperan sebagai tenaga perbantuan kepada 82 kelompok masyarakat sejak tahun 2017 dan akan terus berkembang.

Kelompok masyarakat ini tersebar di sepuluh kabupaten/kota di wilayah Provinsi Riau yang masuk dalam Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) prioritas intervensi BRG tahun 2017 – 2019, yaitu: Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, dan Kabupaten Rokan Hilir.

Tarmini, Ketua Pokmas Mekarsari merupakan salah satu contoh sukses petani penerima manfaat program revitalisasi ekonomi BRG, menyatakan “dengan adanya KPG ini, petani berharap memiliki jaminan pasar dan akses permodalan dari produk  yang telah dihasilkan. Kedepannya para petani terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk sesuai dengan semakin banyaknya sarana dan prasarana bantuan yang telah diberikan oleh BRG maupun pemerintah provinsi. Pada 2017, para petani mulai memproduksi produk turunan berupa keripik dan dodol nanas setelah mendapatkan bantuan mesin dan peralatan pengolahan nanas untuk para petani. Tahun ini, kami menambah bentuk produk berupa selai dan sari buah nanas dan akan terus berkembang.”

Koperasi Petani Gambut Provinsi Riau akan membantu memasarkan tiga klasifikasi produk pemberdayaan peningkatan ekonomi masyarakat, berupa:

  • Revitalisasi bidang budidaya tanaman, menghasilkan produk jahe, pinang, kencur.
  • Revitalisasi bidang budidaya peternakan, menghasilkan produk daging, ayam potong, telur dan penambahan populasi bibit ternak terutama anakan sapi dan kambing.
  • Revitalisasi bidang usaha kecil atau mikro, menghasilkan produk turunan seperti dodol nanas, sari buah nanas, dan produk olahan sagu.

BRG juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung inisiatif para petani ini, “masih banyak ruang bagi para petani untuk mengembangkan kapasitas pemasaran, penjualan dan pengelolaan aset hasil pertanian. Diharapkan inisiatif para petani ini menarik perhatian pihak lain untuk bekerja sama dukung upaya restorasi ekosistem gambut Indonesia terutama dalam program revitalisasi ekonomi masyarakat di sekitar ekosistem gambut. Pembentukan ekosistem pasar yang sehat serta peningkatan kapasitas para petani gambut juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah sehingga memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah Provinsi Riau,” tutup Nazir.

-Selesai-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Ir. Hartono M.Sc.

Plt Deputi Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan

Badan RestorasiGambut

Republik Indonesia

+62 812-9770-717

hartono@brg.go.id

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.