BRG Pastikan Upaya Pembasahan dan Revitalisasi Ekonomi Masyarakat di Sumatera Selatan Optimal

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

No: SIPRES/BRG/02/09/2020

Dapat disiarkan segera

BRG Pastikan Upaya Pembasahan dan Revitalisasi Ekonomi Masyarakat

di Sumatera Selatan Optimal

Sumatera Selatan, 11 September 2020 – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan untuk meninjau kegiatan restorasi gambut di Desa Pedamaran, Desa Bangsal dan Desa Menang Raya di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kunjungan hari pertama, Kepala BRG meninjau kegiatan pembasahan gambut melalui sekat kanal kampas beton, sumur bor, dan pompa apung. Dilanjutkan dengan kunjungan kedua meninjau program revitalisasi ekonomi masyarakat kerbau rawa dan kerajinan purun dan terakhir pameran berbagai produk Desa Peduli Gambut.

Lokasi pembasahan gambut di Pedamaran menunjukkan hasil baik, dengan tingginya muka air tanah dan kelembaban gambut. Masyarakat juga kini mampu menggunakan kanvas beton untuk memperkuat sekat kanal yang diperkirakan akan tahan hingga belasan tahun.

Dibantu Universitas Sriwijaya dan Pemprov, pokmas Desa Bangsal mengembangkan budidaya kerbau raya, pemanfaatan kotoran kerbau menjadi pupuk cair dan pakan ikan rawa. Masyarakat menyampaikan pupuk cair ini sangat efektif menggemburkan dan menyuburkan lahan pertaniannya. Pakan ikan rawa dari pemanfaatan kotoran kerbau juga memangkas 50% biaya pemberian pakan.

BRG bersama Pemerintah Derah dan mitra LSM telah melibatkan 125 Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan total anggota kurang lebih 2.544 orang yang tersebar di enam Kabupaten, 20 kecamatan dan 62 desa. Tujuh Pokmas terlibat dalam pembangunan sumur bor, 27 Pokmas dalam pembangunan sekat kanal, dan 91 Pokmas dalam kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat.

Kelompok kerajinan purun di Desa Menang Raya mendapat pelatihan pemasaran dari belasan tipe produk yang telah mereka kembangkan. Menang Raya adalah salah satu Desa Peduli Gambut dan telah mendapat kesempatan mengakses pemasaran online di salah satu marketplace.

Sejak 2017-2019, BRG telah melakukan penimbunan kanal sebanyak 37 unit, membangun sekat kanal 774 unit dan sumur bor 331 unit, serta pemeliharaan pilot revegetasi seluas 250 ha.

Gubernur Sumatera Selatan dalam kesempatan menerima kunjungan Kepala BRG mengatakan akan mengembangkan muatan lokal ekosistem gambut di sekolah-sekolah. Sumatera Selatan, dengan luas lahan gambut sekitar 10% gambut Indonesia, memandang perlu generasi mendatang memiliki pengertian utuh tentang pentingnya ekosistem gambut, serta komptensi pengelolaannya secara berkelanjutan.

Kepala BRG, Nazir Foead menyampaikan “Kita apresiasi pencapaian program kerja di Sumatera Selatan, di samping pembasahan gambut juga inisiatif peternakan, pengolahan kotoran ternak, perikanan, kerajinan purun, pengolahan produk makanan, yang digarap bersama Pemprov, Universitas Sriwijaya dan mitra LSM. BRG akan terus mendampingi masyarakat meningkatkan produktivitas dan kualitas, serta kelestarian gambut di Sumatera Selatan yang bisa memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat gambut tetap berkarya.”

—selesai—

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs Badan Restorasi Gambut di www.brg.go.id