Badan Restorasi Gambut Mengajak Stafsus Presiden Dorong Restorasi Gambut di Papua

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

No: SIPRES/BRG/01/11/2020

Dapat disiarkan segera

Badan Restorasi Gambut Mengajak Stafsus Presiden Dorong

Restorasi Gambut di Papua

Merauke, 17 November 2020 –Menguatkan komitmen Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam upaya restorasi gambut salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas SDM dan penguatan ekonomi masyarakat di area restorasi, Kepala BRG Nazir Foead melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua pada 16-19 November 2020.

Kunjungan kerja Kepala BRG dijadwalkan menuju Kampung Pachas, Distrik Muting di Kabupaten Merauke yang juga berdampingan dengan Suaka Margasatwa Danau Bian. Pada kesempatan ini, Kepala BRG mengajak Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar didampingi oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze dan Kepala Balai Besar KSDA Papua Edward Sembiring, S.Hut., M.Si. menyaksikan pengembangan sumberdaya perikanan gambut oleh masyarakat lokal. Bantuan berupa mesin perahu, alat tangkap ikan dan mesin pengolahan abon juga diserahkan kepada kelompok masyarakat.

BRG juga bekerja sama dengan Yayasan Kitong Bisa yang berfokus pada pengembangan SDM anak muda Papua pada 2020 untuk membantu mengembangkan kapasitas masyarakat dalam mengolah sumber daya perikanan, mulai dari proses produksi abon ikan, sertifikasi hingga pemasaran. Billy Mambrasar menekankan pentingnya membuka akses pasar sebelum produksi dijalankan, sehingga sudah ada jaminan serapan pasar. Dalam hal ini, abon ikan yang diproduksi masyarakat Kampung Pachas akan diserap oleh pasar di Surabaya.

Hari kedua kunjungan, Kepala BRG bersama Bupati Merauke dan Staf Khusus Presiden juga akan melakukan penanaman padi secara simbolis (30 hektar) di Kampung Jaya Makmur, Distrik Kurik, Merauke. Kabupaten Merauke berupaya meningkatkan produksi pangan sejalan dengan instruksi Presiden dalam penguatan Ketahanan Pangan Nasional.

Nazir Foead mengatakan, “Paket bantuan revitalisasi ekonomi merupakan insentif bagi masyarakat dalam menjaga dan mengelola lahan gambut secara berkelanjutan.” Masih sangat luas ekosistem gambut di Papua yang dalam kondisi baik dan dijaga oleh masyarakat. Pemerintah berupaya maksimal agar masyarakat terus bisa mendapatkan manfaat optimal dari ekosistem gambut yang terjaga.”

Sampai dengan 2020, BRG telah memberikan sebanyak 69 paket Revitalisasi Ekonomi di Papua (9 paket melalui skema penugasan di Kabupaten Merauke dan 60 paket melalui skema tugas pembantuan). Adapun jenis kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat di Provinsi Papua berupa budidaya tanaman sagu, penanaman padi, pelatihan pembuatan abon ikan, pengadaan alat tan gk ap ikan ramah lingkungan dan peternakan babi.

Area prioritas kerja BRG di Papua tahun 2020 tersebar di 5 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yaitu KHG Sungai Kumbe –Sungai Bian, KHG Sungai Ifufeki Obathrow –Sungai Ifufeki Berapto/ KHG Sungai Ifufeki Berapto –Sungai Ifufeki Obat, KHG Sungai Kuis –Sungai Bapai, KHG Sungai Buru Mappi –Buru Obaa, KHG Sungai Jaman –Sungai Kawarga yang mencakup lintas kabupaten, yaitu Kabupaten Merauke, Asmat dan Mappi.

Untuk pengembangan kapasitas dan peningkatan kemampuan masyarakat, saat ini program Desa Peduli Gambut (DPG) dilaksanakan pada 12 desa dan 10 mini demplot (kebun percontohan). Keberlanjutan pertanian ramah gambut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kapasitas lokal.

Menurut Nazir Foead, BRG akan terus mendorong keberlanjutan kegiatan restorasi gambut dan revitalisasi ekonomi masyarakat di Papua bekerjasama dengan Pemkab dan Balai Besar KSDA Papua. Melalui kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat ini, BRG juga mendukung Kabupaten Merauke mengembangkan program lumbung pangan multi komoditi yang dapat memenuhi kebutuhan di wilayah timur Indonesia.

—selesai—

Tentang Badan Restorasi Gambut Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs Badan Restorasi Gambut di www.brg.go.id