Siaran Pers – Program Revitalisasi Ekonomi BRG Cegah Karhutla Pada Musim Kemarau 2019
Siaran Pers – BRG Siap Bekerja Sama dengan Aparat Hukum Selidiki Dugaan Penyelewengan
22 September 2019
Siaran Pers – Badan Restorasi Gambut Percepat Upaya Restorasi Pasca Karhutla
10 Oktober 2019
Show all

Siaran Pers – Program Revitalisasi Ekonomi BRG Cegah Karhutla Pada Musim Kemarau 2019

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

NO: SIPRES/BRG/28/10/2019

 

Dapat disiarkan segera

                                    

PROGRAM REVITALISASI EKONOMI BRG CEGAH KARHUTLA PADA MUSIM KEMARAU 2019

 

Riau, 9 Oktober 2019 – Badan Restorasi Gambut (BRG) terus mendorong program revitalisasi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di area lahan bekas terbakar, sebagai salah satu upaya restorasi gambut. Di Provinsi Riau, BRG berhasil merevitalisasi perekonomian masyarakat sekitar gambut salah satunya dengan menggerakkan kelompok masyarakat setempat untuk menanam nanas dan beternak lebah penghasil madu di area gambut yang terdegradasi akibat karhutla.

 

Kepala BRG Nazir Foead mengatakan revitalisasi ekonomi di lahan gambut yang terdegradasi berguna untuk memanfaatkan lahan agar menghasilkan nilai ekonomi masyarakat dan berhasil untuk mencegah kebakaran hutan, khususnya di Kota Dumai, Provinsi Riau, pada musim kemaran 2019.

 

“Lokasi ini merupakan bukti bahwa program restorasi gambut dalam bentuk revitalisasi ekonomi berhasil mencegah kebakaran hutan. Lahan yang terdegradasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan tidak terlantar, sehingga tidak mudah terbakar karena adanya rasa kepemilikan masyarakat terhadap area tersebut untuk menjaga lahan,” kata Nazir Foead di Dumai, Rabu.

 

Pemulihan lahan gambut dengan penanaman tumbuhan bernilai ekonomi di Riau dilakukan dengan menanam nanas seperti di Desa Mundam, Medang Kampai, Kota Dumai. Masyarakat di Desa Mundam menanam nanas dan tumbuhan kayu yang bernilai ekonomi tinggi di area bekas terbakar seluas 20 hektar yang dapat menghasilkan panen senilai Rp 1 juta per hektar.

 

Nazir menambahkan, bahwa keberlanjutan restorasi gambut ada pada pemanfaatan area bekas terbakar dengan wanatani atau agroforestri. Tanaman yang dipilih dalam program revitalisasi ekonomi adalah tanaman-tanaman pertanian yang cepat menghasilkan dan dapat membantu perekonomian masyarakat secara mandiri. Dengan begitu, peluang untuk pemerintah daerah dan korporasi untuk mendukung pengolahan hasil agroforestri di lahan gambut terbuka lebar.

 

Selain itu, di Desa Bukit Timah, Dumai Selatan, program revitalisasi ekonomi gambut dilakukan melalui budidaya lebah penghasil madu berjenis Trigona Sp. BRG memberikan paket revitalisasi ekonomi berupa 50 kotak lebah jenis Trigona Sp yang menghasilkan madu kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Lestari.

 

Pembudidayaan lebah penghasil madu memiliki banyak keuntungan. Selain menghasilkan madu, yang dapat dijual, lebah juga dapat membantu penyerbukan tanaman pertanian. Selain itu, lebah juga dapat menjadi indikator kerusakan lingkungan di area tersebut. Keberadaan lebah dalam jumlah banyak di suatu wilayah membuktikan bahwa lingkungan tersebut dalam kondisi baik.

 

Selain itu, dengan beternak lebah juga dapat menghasilkan lilin yang digunakan sebagai bahan dasar produk kosmetik dan minyak aromaterapi, sehingga nilai ekonomi bagi masyarakat semakin tinggi.

 

“Pemenuhan potensi dari hasil budidaya nanas dan lebah madu ini diharapkan dapat dilakukan bersama-sama antara pemerintah, masyarakat dan pengusaha dan memberikan solusi yang saling menguntungkan terutama untuk upaya restorasi ekosistem gambut tropis Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Nazir.

 

-Selesai-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Myrna Safitri

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan

Badan Restorasi Gambut

Republik Indonesia

myrna.safitri@brg.go.id

+62816861372

 

Tentang Badan Restorasi Gambut

 

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.

 

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs Badan Restorasi Gambut di brg.go.id