Sekolah Lapang Petani Gambut Bantu Petani Kelola Gambut Berkelanjutan

Hari Minggu 5 Juli kemarin Badan Restorasi Gambut melalui Kedeputian Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan memulai kegiatan Sekolah Lapang Petani Gambut. Desa Batumandi, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara Sekolah Lapang berlangsung secara paralel di provinsi Jambi, tepatnya di Desa Mandala Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Tanjung Barat, Provinsi Jambi. Pembukaan kegiatan SLPG sudah dilakukan pada tanggal 4 Juli dan kegiatan akan berlangsung hingga 7 Juli.

Peserta yang mengikuti kegiatan SL ini adalah perwakilan anggota Kelompok Tani dari masing-masing DPG 2020 dan peserta dari Da’i Gambut 2019 dan perwakilan masyarakat desa. Acara ini dibuka langsung oleh pejabat struktural BRG, diwakili Kapokja Edukasi Sosialisasi dan Kasubpokja Edukasi Sosialisasi serta trainer SLPG.

Kegiatan SLPG ­­­­­­­­yang sudah dilakukan BRG sejak tahun 2018, bertujuan untuk melibatkan masyarakat khususnya petani gambut secara langsung dalam kegiatan BRG dengan cara meningkatkan pengetahuan, kapasitas dan menggali kembali kearifan lokal yang telah ada sehingga potensi yang ada menjadi semakin berdaya dan berhasil guna dalam kaitannya dengan pengelolaan lahan gambut tanpa bakar.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengolahan lahan gambut agar dapat dihasilkan kader-kader petani gambut yang memiliki pengetahuan dan komunikasi yang baik. Filosofi Sekolah Lapang Petani Gambut adalah menggunakan pendidikan orang dewasa, dimana peserta diberi ruang interaksi yang besar dalam menyampaikan narasi, opini dan pengalamannya dalam melakukan kegiatan pertanian di lahan gambut. Ada 3 metode pada sistem pelatihan SLPG ini yaitu:

  • Adult Learning, yakni proses pelatihan yang diselenggarakan dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa dengan perangkat hak dan kewajiban masing-masing.
  • Asset Based Thinking, yakni proses pelatihan yang menekankan pada pendapat pribadi, problem solving, kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa dan tidak bisa di lapangan.
  • Learning by Doing, yaitu kesempatan belajar sambil berbuat (melakukan sendiri) hasil pembelajaran dari setiap materi pelatihan.

Di akhir setiap kelas luar ruang ini, hasil yang diharapkan bahwa kelak petani-petani kader menguasai dan memahami regulasi dan kebijakan tentang pengelolaan ekosistem gambut. Kemudian menguasai teknik sosialisasi ekosistem gambut dan pertanian berbasis ekosistem gambut agar kelak menjadi petani gambut mumpuni yang bisa menyusun Pengembangan Sekolah Lapang Gambut di daerahnya.

Materi pembelajaran utama dalam SLPG adalah tentang Pengolahan Lahan Tanpa Bakar, dengan materi-materi pendukung mulai dari Konsep Dasar Pemandu Sekolah Lapang, Prinsip Dasar Pemandu Sekolah Lapang (Keterampilan Fasilitasi) Mengenal Ekosistem Lahan Gambut, pupuk organik, kegiatan pasca panen, pemasaran dan sumber daya lokal.

Kegiatan SLPG akan dilakukan secara berangkai di provinsi-provinsi target restorasi gambut agar pemahaman hingga perilaku kelola lahan tanpa bakar menjadi praktik umum serta sesuai dengan tata kelola gambut berkelanjutan.