Cegah Karhutla, BRG Minta Pebisnis Sawit dan Hutan Manfaatkan La Nina
30 September 2016
1000 Masyarakat Gambut berkumpul untuk penyelamatan gambut berbasis komunitas
4 Oktober 2016
Show all

Ribuan Petani Dari Tujuh Provinsi akan Datang ke Jambi

http://jambi.tribunnews.com/2016/10/03/ribuan-petani-dari-tujuh-provinsi-akan-datang-ke-jambi

agi ini, Senin (3/10/2016) sekitar pukul 10.20 wib Pemerintah Provinsi Jambi melakukan rapat koordinasi terkait persiapan kegiatan Jambore Gambut Nasional yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 20-22 Oktober nanti.

agi ini, Senin (3/10/2016) sekitar pukul 10.20 wib Pemerintah Provinsi Jambi melakukan rapat koordinasi terkait persiapan kegiatan Jambore Gambut Nasional yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 20-22 Oktober nanti.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI – Pagi ini sekitar pukul 10.20 wib Pemerintah Provinsi Jambi melakukan rapat koordinasi terkait persiapan kegiatan Jambore Gambut Nasional yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 20-22 Oktober nanti.

Dalam rapat tersebut turut hadir Sekda Provinsi Jambi bersama Deputi Badan Restorasi Gambut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ri, Mirna Solihin serta sejumlah para SKPD dilingkungan Pemprov Jambi.

Kegiatan jambore ini sendiri merupaka pertama kalinya digelar di Provinsi Jambi, nantinya akan diikuti tujuh Provinsi yang sebelumnya memiliki lahan gambut yang cukup luas.

“Nanti acaranya di wilayah Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur,” kata Ridham.

Sementara itu, Mirna mennjelaskan dalam kegiatan jambore nantinya untuk difokuskan kepada masyarakat khususnya petani gambut agar lebih memahami bagaimana memanfaatkan gambut dengan baik tanpa adanya perlakuan pembakaran.

“Target kita seribu petani perwakilan di tiap Provinsi akan hadir dengan jambore nantinya. Acara ini untuk petani gambut,” katanya.

“Acara nantinya ada sosialisasi bersama para ahki gambut dan masyarakat, kemudian ada penampilan produk komoditi asli dari lahan gambut. Ini bertujuan agar petani kita lebih mengetahui bahwa ada banyak komoditi yang bisa dikembangkan,” jelasnya.