Kelola Kawasan Hutan Bergambut di Pulau Padang, PT RAPP Harus Taati PP No. 71/2014 dan Memperhatikan Masyarakat Sekitar
15 November 2016
Kepala BRG: Restorasi Gambut Tidak Meminggirkan Masyarakat
15 November 2016
Show all

Restorasi Gambut Perlu Dukungan Masyarakat

Jakarta, 11 Agustus 2016 – Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar Dialog Restorasi Gambut dengan kalangan masyarakar sipil dan jurnalis pada 11 Agustus 2016. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Utama KSP, dihadiri oleh wakil organisasi masyarakat sipil dari sejumlah daerah dan wartawan berbagai media.

Kepala BRG, Nazir Foead, dalam paparannya menyampaikan hasil kerja BRG selama enam bulan terakhir. Disebutkan bahwa BRG telah menyelesaikan peta indikatif restorasi gambut. Peta itu telah dikonsultasikan dengan sejumlah pihak termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Informasi Geospasial, Kementerian Pertanian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di tingkat tapak, BRG melakukan kemitraan dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil untuk melakukan pembangunan sumur bor, penyekatan kanal dan pemetaan sosial desa-desa gambut. Telah terpasang 250 sumur bor di Kalimantan Tengah dan Riau. Tahun ini direncanakan dibangun 4000 sumur bor dengan fasilitas lengkap. Selain itu juga sedang dibangun 60 sekat kanal bersama masyarakat. Direncanakan akan dibangun 200-300 sekat  dalam tahun 2016. Pembibitan dibangun dengan kapasitas 24 ribu bibit dengan demo penanaman 80 hektar. Sementara itu, kegiatan konsultasi dan identifikasi masyarakat di 60 desa di Kalimantan Tengah juga sedang berlangsung. Menyusul dalam waktu dekat di Riau dan Sumatera Selatan dengan tambahan sekitar 40 desa.

Monitoring kondisi muka air gambut dilakukan dengan teknologi Sesame (alat pengukur sensor online). “BRG mewajibkan perusahaan untuk menggunakan teknologi Sesame dan sejenisnya. Ini juga menjadi alat deteksi dini terhadap kekeringan gambut yang berpotensi memicu kebakaran,” demikian disampaikan Kepala BRG. Nazir Foead menegaskan bahwa BRG melakukan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat mengenai pembukaan kanal di lahan gambut di Pulau Padang, Riau. Tim penilai BRG telah turun ke lapangan, pelaku pembukaan telah dipanggil. Bersama dengan masyarakat, BRG sedang merancang penyekatan kanal di areal masyarakat.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Teten Masduki, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat di tingkat tapak, pelaku usaha dan kelompok masyarakat sipildalam penyelamatan ekosistem gambut. “Upaya Pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya lahan gambut, perlu partisipasi dan kontrol publik yang kuat. Kelompok Masyarakat Sipil dan para jurnalis memegang peran vital  dalam urusan ini,” ditegaskan oleh Teten Masduki.

— S e l e s a i —
Kontak:
Myrna A. Safitri
Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan
Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia
Gedung Sekretariat Negara Lantai 2
Jl. Teuku Umar 10, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Tel: (021) 319 012608, Mobile: +62 816861372
e-mail: myrna.safitri@gambut.id