Panduan Teknis Pemantauan Tinggi Muka Air Lahan Gambut Sistem Telemetri
8 Juli 2017
BRG-RI Detilkan Restorasi Gambut Riau Dalam Nota Kesepahaman Dengan Pemerintah Provinsi Riau
14 Juli 2017
Show all

Restorasi Gambut Papua Dimulai

Jayapura, Selasa, 11 Juli 2017 –- Badan Restorasi Gambut (BRG) RI bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua melakukan sosialisasi program restorasi gambut Papua di Jayapura. “Sesuai dengan PP No. 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut, hari ini kami datang ke Jayapura bertemu dengan para pemangku kepentingan untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi upaya restorasi gambut di Provinsi Papua,” jelas Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut, saat hadir dalam kegiatan sosialisasi program restorasi gambut BRG RI di Jayapura (11/7). Dengan total 2 juta hektar target restorasi gambut di 7 provinsi, Papua menjadi salah satu provinsi prioritas BRG dalam merestorasi gambut hingga tahun 2020.

Secara rutin Kepala BRG melaporkan progres kegiatan restorasi gambut kepada Presiden RI. “Sesuai dengan perintah presiden dalam rapat terbatas, disebutkan restorasi gambut perlu didukung penuh oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” tambah Nazir. Upaya restorasi gambut memerlukan kerjasama dan dukungan banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, kelembagaan adat, kelompok masyarakat sipil, dan masyarakat secara keseluruhan. Lebih lanjut disampaikan, keterlibatan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pelaksanaan restorasi gambut agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Selain untuk tujuan menyampaikan informasi kebijakan dan rencana restorasi gambut kepada para pemangku kepentingan, sosialisasi ini diharapkan bisa membangun kesepahaman bersama tentang peran, tugas, dan fungsi masing- masing pihak dalam kegiatan restorasi gambut di Papua. Restorasi gambut perlu berjalan atas dasar antisipasi dampak sosial, ekonomi, lingkungan, yang tidak diinginkan masyarakat. Karena itu, persetujuan masyarakat terhadap rencana dan pelaksanaan restorasi adalah hal utama yang harus dipenuhi.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri SKPD provinsi, kabupaten-kabupaten yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut, balai taman nasional, akademisi, LSM, perwakilan masyarakat, dan sektor swasta, disampaikan bagaimana restorasi gambut dilaksanakan dan apa yang menjadi target BRG di Papua khususnya tahun ini.

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri, menambahkan, “Pekan ini akan dimulai studi pemetaan sosial dan potensi desa di 3 desa di Kabupaten Merauke”. Pengumpulan data untuk mendukung pelaksanaan proyek restorasi gambut ini akan dilaksanakan di Desa Kaliki, Desa Sumber Rejeki, dan Desa Sumber Mulya. “Sebelumnya kami juga sudah merekrut dan memberikan pelatihan fasilitator desa untuk ditempatkan di desa target restorasi gambut melakukan pendampingan dan mengintegrasikan program restorasi gambut dalam penyusunan rencana pembangunan desanya,” tutup Myrna.