Restorasi Gambut Dalam Rencana Pembangunan Gudang Karbon Papua
Saintis, Sektor Swasta, dan Internasional, Dukung Restorasi Gambut Indonesia
12 November 2017
Kegiatan Restorasi Gambut di Tapak Tarik Perhatian Dunia Internasional: Rp. 152 M Anggaran BRG untuk Aksi Restorasi oleh Masyarakat
14 November 2017
Show all

Restorasi Gambut Dalam Rencana Pembangunan Gudang Karbon Papua

Bonn, Jerman, 14 November 2017 – Kabupaten Mappi, Papua akan melindungi dan merestorasi sekitar 500.000 hektar lahan gambut sebagai bagian dari rencana pembangunannya. Sebagian besar di antara wilayah yang akan direstorasi tersebut merupakan kawasan kubah gambut utuh.

Sekitar 60-an persen dari wilayah Kabupaten Mappi atau 16.000 km2 adalah wilayah berhutan dan sebagian besarnya ada pada lahan gambut. Cadangan karbon di kabupaten ini diperkirakan mencapai 177.999.978 ton. Potensi kekayaan keanekaragaman hayati sangat kaya dengan spesies satwa seperti kakatua raja, kasoari, kanguru dan banyak spesies bernilai konservasi tinggi lain.

“Wilayah kami ini bisa dibilang ‘kota sejuta rawa’, karena luas dengan hutan rawa,” kata Bupati Mappi Kristosimus Agawemu. “Kami sangat bergantung pada musim. Pada musim hujan hutan rawa tergenang, dan terbakar pada musim kemarau,” jelasnya. “Saya meminta warga untuk tidak lagi membakar pada musim kering, agar alam bisa memberi yang terbaik untuk penghidupan masyarakat sendiri.”

Menurut hasil analisis penginderaan jauh Lapan sejak 1 Juli 2015 hingga 20 Oktober 2015, luas hutan dan lahan yang terbakar di Papua mencapai 354.191 hektar. Kebakaran banyak terjadi di Kabupaten Merauke dan Mappi. Di Kabupaten Mappi, sekitar 25.000 hektar lahan gambut rusak akibat kebakaran besar tersebut.

“Delapan suku besar di Mappi kami libatkan dalam rencana pembangunan. Masyarakat masih menggunakan lingkungan tempat berburu, mencari obat dan bahan bangunan,” jelas Bupati Agawemu. Papua adalah benteng terakhir hutan di Indonesia memiliki 416.000 km2 masih perlu dilindungi.

Badan Restorasi Gambut (BRG) akan melakukan kegiatan restorasi gambut di Mappi tahun 2018. Pembangunan infrastruktur pembasahan gambut, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kelembagaan dan kapasitas masyatakat adalah beberapa hal yang akan dilakukan. Pada tahun 2018, Kabupaten Mappi akan melaksanakan Program BRG, Desa Peduli Gambut untuk mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penggalangan partisipasi dalam restorasi gambut.

“Kabupaten Mappi ini penting dalam upaya restorasi gambut karena potensinya yang besar dan kondisinya masih prima sebagai wilayah resapan dan penyedia air utama untuk ekosistem sungai dan rawa di sana. Lahan gambut yang telah rusak perlu segera direstorasi untuk mencegah meluasnya kerusakan,” kata Deputi Edukasi, Sosialiasi, Partisipasi dan Kemitraan, Myrna A. Safitri. “BRG akan mendampingi Kabupaten Mappi dalam upayanya melaksanakan pembangunan termasuk pencapaian target restorasi gambut.”

Bupati Agawemu berbicara dalam panel di Paviliun Indonesia bersama Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, MM., Gubernur Sumatra Selatan, H. Alex Nurdin dan Bupati Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd. Para kepala daerah ini membahas bagaimana masalah dan solusi perubahan iklim diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Daerah. Ketiga daerah ini mempresentasikan rencana pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kabupaten Gorontalo misalnya, telah menganggarkan 10% dari anggaran pendapatan belanja daerahnya untuk program-program lingkungan. Provinsi Kalimantan Utara dan Sumatra Selatan juga telah menerapkan program-program pembangunan hijau.

Unduh PDF