Respon Kebakaran, BRG Bentuk Posko dan Perbanyak Infrastruktur Pembasahan di Areal Target Restorasi Gambut
Pengumuman – PG.13/ES/2/2018 tentang Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Tenaga Penghubung Kegiatan BRG Provinsi
20 Februari 2018
Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Penerimaan Calon Tambahan Tenaga Kerja Fasilitator Desa Peduli Gambut Tahun 2018 Angkatan I Provinsi Kalimantan Tengah
22 Februari 2018
Show all

Respon Kebakaran, BRG Bentuk Posko dan Perbanyak Infrastruktur Pembasahan di Areal Target Restorasi Gambut

Jakarta, 20 Februari 2018 – Kebakaran hutan dan lahan dan meningkatnya titik api di beberapa lokasi di Sumatera dan Kalimantan memerlukan perhatian khusus. Terkait dengan hal tersebut, Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Satgas Karhulta Provinsi untuk mendukung upaya reaksi cepat untuk mencegah kebakaran di lokasi target restorasi gambut.

Kepala BRG, Nazir Foead, menjelaskan tiga langkah utama yang diambil BRG terkait dengan kebakaran ini. “Yang pertama kami melakukan pendataan ulang pada areal rawan terbakar di wilayah target restorasi gambut. Secara periodik kami mengamati keberadaan titik api dan tinggi muka air di lahan gambut”, ungkap Kepala BRG. Upaya kedua yang siap dilakukan BRG adalah membentuk posko pemantauan dan patroli kebakaran di desa-desa gambut rawan kebakaran. “Posko yang kami bentuk diutamakan di wilayah yang belum ada posko serupa. Keberadaan Posko ini berbasis pada masyarakat setempat,” ditambahkan Kepala BRG.

Sementara itu, untuk pencegahan kebakaran, kegiatan pembasahan gambut ditingkatkan dan diperluas. Ini menjadi aksi ketiga yang dilakukan BRG menghadapi kebakaran. Dalam sepekan ke depan BRG mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pembasahan di lokasi rawan terbakar saat ini dan perbaikan infrastruktur yang telah ada.

“Koordinasi dengan Satgas Karhutla di setiap provinsi terus kami lakukan. Kami telah menugaskan dua Deputi untuk menjalankan koordinasi ini sekaligus memimpin pelaksanaan tiga aksi utama untuk merespon kebakaran ini. Untuk kegiatan di Sumatera ditugaskan Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan, sementara untuk kegiatan di Kalimantan kami tugaskan Deputi Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaam,” pungkas Kepala BRG.

Unduh (PDF)