Program Kerja

Pemetaan dan Inventarisasi

Kalimantan Selatan

Kalimantan Tengah

Kalimantan Barat

Sumatera Selatan

Jambi

Riau

Pembasahan Gambut

Restorasi Gambut adalah upaya pemulihan ekosistem gambut terdegradasi agar kondisi hidrologis, struktur dan fungsinya berada pada kondisi pulih. Untuk itu dilakukan pembasahan kembali (rewetting) material gambut yang mengering akibat turunnya muka air tanah gambut. Terdapat tiga cara melakukan pembasahan kembali tersebut:

  • Pembuatan bangunan penahan air, antara lain dalam bentuk sekat kanal
  • Penimbunan kanal yang terbuka
  • Pembangunan sumur bor

Pembasahan Gambut

Pembasahan Gambut

Pembasahan Gambut

Revegetasi

Revegetasi adalah upaya pemulihan tutupan lahan pada ekosistem gambut melalui penanaman jenis tanaman asli pada fungsi lindung atau dengan jenis tanaman lain yang adaptif terhadap lahan basah dan memiliki nilai ekonomi pada fungsi budidaya. Terdapat beberapa cara melakukan revegetasi, seperti:

  1. Penanaman benih endemis dan adaptif pada lahan gambut terbuka
  2. Pengayaan penanaman (enrichment planting) pada kawasan hutan gambut terdegradasi
  3. Peningkatan dan penerapan teknik agen penyebar benih (seed dispersal techniques) untuk mendorong regenerasi vegetasi gambut

Teknik revegetasi dilakukan dengan sistem surjan dan paludikultur. Sistem surjan adalah agroforestri yang tidak membutuhkan adanya saluran atau kanal drainase sehingga lahan gambut dapat dipertahankan tetap basah. Sementara itu, paludikultur adalah budidaya tanaman menggunakan jenis-jenis tanaman rawa atau tanaman lahan basah yang tidak memerlukan adanya drainase air gambut.

Revegetasi

Revegetasi

Revegetasi

Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian

Revitalisasi sumber-sumber mata pencaharian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut. Program revitalisasi yang dilakukan mendorong sistem pertanian terpadu di lahan gambut dimana sistem surjan dan paludikultur menjadi pilihan utamanya.

Program ini melakukan identifikasi jenis-jenis tanaman yang ramah terhadap ekosistem gambut. Demikian pula dikembangkan perikanan air tawar dan peternakan. Pengembangan teknologi pertanian adaptif di lahan gambut menjadi prioritas dalam program ini. Program ini juga mengembangkan strategi penguatan rantai pasok kepada pasar lokal, nasional dan internasional.

Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian

Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian

Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian

Desa Peduli Gambut

Desa Peduli Gambut adalah kerangka penyelaras untuk program-program pembangunan yang ada di perdesaan gambut, khususnya di dalam dan sekitar areal restorasi gambut. Pendekatan yang digunakan adalah merajut kerjasama antar desa yang ada dalam satu bentang alam Kesatuan Hidrologis Gambut. Pembentukan kawasan perdesaan gambut menjadi pintu masuk bagi perencanaan pengelolaan gambut oleh desa-desa tersebut.

Program Desa Peduli Gambut meliputi kegiatan fasilitasi pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, identifikasi dan resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan untuk pengelolaan hidrologi dan lahan, kerja sama antar desa, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut.

Desa Peduli Gambut

Desa Peduli Gambut

Desa Peduli Gambut

Program Sosialisasi dan Edukasi Restorasi Gambut

Sosialisasi restorasi gambut dilaksanakan untuk me nyampaikan kebijakan, program dan kegiatan terkait restorasi gambut kepada para pihak melalui berbagai medium seperti halnya tatap muka, pemberitaan pada media cetak, elektronik dan online, media sosial. Kegiatan Sosialisasi dilakukan secara terus-menerus sepanjang masa tugas BRG. Adapun kegiatan edukasi bersifat penyampaian informasi berbasis pada kurikulum dan materi ajar yang sudah ditetapkan. Di dalam kegiatan edukasi saat ini tercakup Sekolah Lapang Petani Gambut, Pelatihan Fasilitator Desa, Pelatihan Paralegal Masyarakat Gambut, Pelatihan Guru dan Lokalatih Pemuka Agama.