BRG Gelar Hasil 13 Riset Aksi Unggulan dan Sarasehan Masyarakat Peneliti Nusantara
Menapaki Tangga Kesejahteraan Dengan Budidaya Kopi Liberika di Lahan Gambut
28 November 2017
Pedoman Penyusunan Peraturan di Desa untuk Mendukung Restorasi Gambut
19 Desember 2017
Show all

BRG Gelar Hasil 13 Riset Aksi Unggulan dan Sarasehan Masyarakat Peneliti Nusantara

Jakarta, 7 Desember 2017 – Ajang hasil kajian riset aksi dan pilot proyek percepatan restorasi gambut akan segera digelar. Acara tersebut berlangsung di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, selama dua hari mulai tanggal 7 sampai dengan 8 Desember 2017.

Dalam kegiatan bertajuk “Gelar Hasil Riset Aksi dan Sarasehan Masyarakat Peduli Nusantara”, BRG dan tim risetnya akan memaparkan 13 riset aksi unggulan yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Riset ini dilakukan bersama mitra 12 universitas dan 2 lembaga penelitian. “Ini upaya kami untuk mendapatkan rekomendasi yang komprehensif dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, mendapatkan terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi upaya percepatan restorasi gambut,” jelas Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut. Total kegiatan penelitian yang sudah usai dilaksanakan ada 61 penelitian dan proyek percontohan.

Dalam rangkaian kegiatan ini, di hari ke-1 akan dilaksanakan diskusi panel dari tim Universitas Riau, Universitas Palangka Raya, dan 2 tim Universitas Gadjah Mada, BPPT, UNS, Puslitbang Hutan, Universitas Sriwijaya, ITB, IPB, Universitas Lambung Mangkurat, dan BP2TSTH – Kuok Riau. Kemudian di malam harinya, akan digelar dialog sarasehan bersama Dr. Haris Gunawan, Prof. Azwar Maas, Prof. Hariadi K, dan KH. Mustofa Bisri. Acara hari ke-1 akan semakin lengkap dengan pembacaan puisi oleh KH. Mustofa Bisri, Prof. Ashaludin Jalil, dan Ahmad Muhammad. Pada hari ke-2, akan dilaksanakan dialog dan perumusan gagasan-gagasan peneliti nusantara. Acara ini akan ditutup dengan pembacaan hasil rumusan oleh Prof. Azwar Maas. Selama kegiatan juga akan dipamerkan hasil riset dan aksi peneliti yang sudah dilaksanakan.

Nazir Foead menambahkan, “Selain ekspos hasil kegiatan kerjasama untuk pembangunan riset dan pilot project, ini juga bisa menggiatkan terbangunnya model pembelajaran yang bisa diadopsi dan diimplementasikan di daerah-daerah lainnya terkait upaya percepatan restorasi ekosistem gambut”. Bersama dengan mitra, lembaga, dan instansi terkait, akan membahas dan mendiskusikan langkah selanjutnya dari hasil yang sudah didapat sebagai terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghimpun dan mengkonsolidasikan pemikiran dari para peneliti nusantara terkait membangun gerakan restorasi gambut berkelanjutan berbasis pengetahuan dan teknologi. Kepala BRG juga mengatakan hal ini sesuai dengan tujuan utama untuk berbagi pengalaman dari kegiatan restorasi gambut dan potensi pengembangan model untuk dijadikan sebagai model upaya restorasi ekosistem gambut.

Unduh PDF