Peran Penting Desa Gambut Pulihkan Ekosistem Gambut

Kerusakan ekosistem gambut di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Papua bisa disebabkan salah kelola, alih fungsi lahan serta kebakaran. Dampak buruk kerusakan ekosistem gambut ini bukan hanya merugikan dari tatanan lingkungan dan ekologi gambut saja tapi juga akan terkena pada desa-desa gambut di sekitarnya, desa adat dan termasuk masyarakat adat di dalamnya.

Keprihatinan bersama terhadap kerusakan ekosistem gambut tersebut menjadi tantangan untuk menggagas jalan keluar mewujudkan tata kelola kampung dan desa yang menopang kehidupan ekosistem gambut yang dibahas dalam Talkshow Digital Festival Kebudayaan Desa hari Senin 13 Juli 2020.

Talkshow ini menampilkan pembicara: Myrna A. Safitri, PhD-Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Frederikus Gebze, SE, M.Si,-Bupati Merauke, Provinsi Papua, Timotius Balagaize-Kepala Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Yesaya Hardyanto-Project Manager Desa Peduli Gambut, Kemitraan, Naomi Marasian, SE – Direktur Eksekutif Perkumpulan Terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat, Jayapura, Papua. Adapun tema Talkshow ini adalah “Arah Tatanan Indonesia Baru, Perspektif Masyarakat Adat di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi, Provinsi Papua: Tata Kelola Kampung dalam Ekosistem Gambut.

Badan Restorasi Gambut (BRG) membuat program Desa Peduli Gambut guna mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Khusus di wilayah Papua, luas target restorasi gambut mencapai 39.239 hektare yang tersebar di empat kabupaten. Hingga Juni 2020, terdapat 12 desa peduli gambut di Papua yang telah didampingi sejak tiga tahun yang lalu. “Tujuan penting dari program Desa Peduli Gambut ini adalah untuk memfasilitasi desa-desa agar mereka bisa meningkatkan status desanya” kata ibu Myrna A. Safitri

Kegiatan utama dari program ini, antara lain penempatan fasilitator Desa Peduli Gambut, pemetaan sosial, ekonomi, dan spasial, pemberdayaan ekonomi, serta resolusi konfl ik dan pemantauan restorasi gambut. “Bicara tentang Papua adalah bagaimana cara memulihkan gambut dan juga melindungi upaya-upaya untuk menjadikan kebudayaan lokal sebagai basis dari pembangunan perdesaan,” imbuhnya.

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/328058-pulihkan-ekosistem-dengan-rpogram-desa-peduli-gambut