Pelibatan Masyarakat Menjadi Hal Penting dalam Restorasi Gambut di Sumsel

Kepala BRG meninjau sumur bor di HPT Cinta Jaya, OKI, Sumsel.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead mengatakan Provinsi Sumsel memiliki lahan gambut seluas 1.206.195 hektare. Sementara yang menjadi target restorasi seluas 656.884 hektare. Dalam kurun waktu tiga tahun dari 2017 hingga 2019, BRG telah melibatkan 96 Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan total anggota kurang lebih 1.722 orang. Tersebar di lima kabupaten, 19 kecamatan dan 48 desa di Sumsel.

Pelibatan masyarakat dalam program restorasi gambut ini menjadi hal penting. Dalam proses pemeliharaan infrastruktur Pembasahan gambut (IPG) dilaksanakan dengan melibatkan kelompok masyarakat. Hal itu bertujuan agar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memelihara lahan gambut yang ada di sekitar lingkungannya.

“Ada 7 pokmas yang terlibat dalam pembangunan sumur bor, 26 pokmas membangun sekat kanal dan 63 pokmas di kegiatan revitalisasi ekonomi,” ujar Nazir saat meninjau pelaksanaan pembangunan sumur bor di Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran Timur.

Nazir mengatakan selain membangun IPG, pokmas juga terlibat dalam merawat dan memelihara IPG yang telah dibangun. Pokmas akan melakukan patroli untuk mengecek IPG sudah dalam kondisi baik. Terutama saat mendekati musim kemarau. “Masyarakat terlibat aktif untuk menjaga lahan gambut ini agar tetap basah,” katanya.

Dijelaskan, keterlibatan pokmas paling banyak di kegiatan revitalisasi ekonomi. Ada 12 jenis kegiatan revitalisasi ekonomi yang dilaksanakan di areal lahan gambut. Mulai dari budidaya burung walet, ikan, kerbau rawa, lebah, tanaman semusim , industri pengolahan, wisata, peternakan unggas dan kegiatan lainnya yang dapat dikembangkan di lahan gambut.

“Masyarakat merasakan sendiri nilai ekonomis yang didapat dalam memelihara lahan gambut. Dengan sendirinya, mereka akan tetap menjaga lahan gambut agar tidak terbakar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Edward Chandra mengatakan ada sebanyak 255 sumur bor yang dibangun di sejumlah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Sumsel. Sumur tersebut menjadi sumber air ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sekitar lahan gambut. “Sumber air ini sangat dibutuhkan terlebih memasuki musim kemarau. Tinggal lagi memobilisasi pompa untuk penyiraman air ke areal gambut yang terbakar.”

https://news.sariagri.id/59733/pelibatan-masyarakat-dalam-infrastruktur-lahan-gambut-di-sumsel