Mengenal Anyaman Purun, Produk Kerajinan Cantik Dari Lahan Gambut

Hari Jumat, 11 September 2020 berlangsung pameran di kantor TRGD Sumatera Selatan (Sumsel), menampilkan hasil produk pangan, kerajinan dan pertanian dari kelompok masyarakat gambut Sumsel. Kepala Badan restorasi Gambut, Nazir Foead, berkesempatan berkunjung ke pameran dan menyaksikan aneka rupa produk dan kerajinan yang dibuat kelompok masyarakat. Salah satu produk yang ditampilkan adalah kerajinan anyaman tangan berbahan purun. Kerajinan anyaman ini merupakan hasil karya masyarakat Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Diketahui purun sendiri termasuk ke dalam sejenis rumput yang memang kerap diolah sebagai bahan anyam-anyaman. Kepala Desa Menang Raya Suparedy mengatakan, purun dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan yang dapat dimanfaatkan sebagai barang keperluan sehari-hari. Bahkan Kepala BRG pun menyempatkan ke desa Menang Raya, berdiskusi dan bertemu pengrajin disana.

“Bisa dibuat tikar, tanjak, dompet, tas, wadah tumblr, hiasan dinding, masker sampai bakul nasi dan masih banyak lagi,” ujar Suparedy. Melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) binaan Badan Restorasi Gambut (BRG), masyarakat Desa Menang Raya membentuk suatu kelompok yang diberi nama Mawar. Anggota kelompok ada keseluruhan 21 anggota, kelompok Mawar terus berinovasi dalam mengembangkan hasil karya berbahan purun yang mereka kelola.

“Bahkan kita juga berencana untuk memasarkan sendal berbahan purun dan targetnya akan coba kita pasarkan di seluruh hotel di Indonesia,” ujarnya. Biasanya dari kerajinan purun untuk satu tikar ukuran 1×2 meter berasal dari 500 batang purun dan per batang dihargai Rp.8 ribu.

Sedangkan produk seperti sendal atau tas, dalam pengolahannya hanya membutuhkan bahan purun sebanyak 8 batang. Untuk harga juga bermacam-macam yang ditawarkan. Tergantung motif dan tingkat kesulitan dalam pengerjaannya. “Rata-rata dijual Rp.200 ribu, kalau seperti tanjak, tas dan sendal kisaran Rp10-25 ribu. Macam-macam harganya, kita sesuaikan dengan barangnya. Intinya kita sekarang ini fokus dengan bahan baku sedikit, tapi menghasilkan pendapatan besar,” ujar dia.

Untuk pemasaran kerajinan purun hasil karya warga Desa Menang Raya, selain mengandalkan pembinaan dari BRG, juga dilakukan melalui kerjasama dengan mitra usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia. Diantaranya seperti di kota-kota yang ada di Provinsi Lampung, Jambi, Jawa hingga Kalimantan Selatan. Ternyata banyak hasil dan produk yang bisa dihasilkan dari lahan gambut sekitar OKI, termasuk aneka ragam kerajinan anyaman cantik yang siap dipinang oleh pembeli.

https://sumsel.tribunnews.com/2020/09/11/warga-desa-menang-raya-oki-sulap-rumput-purung-jadi-masker-dan-aneka-produk-kerajinan-tangan.