Kolaborasi Riset Aksi untuk Percepat Restorasi Gambut
Dukungan Riset dan Kerja Sama Universitas di Jepang untuk Restorasi Gambut
15 November 2016
Gerakan Penyelamatan Gambut berbasis Komunitas dikukuhkan dalam Jambore Masyarakat Gambut di Jambi
15 November 2016
Show all

Kolaborasi Riset Aksi untuk Percepat Restorasi Gambut

 Jakarta, 30 Mei 2016 – Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia menginisiasi kerja sama dengan berbagai universitas di Jepang, dan universitas di beberapa provinsi yang memiliki gambut untuk bersama mencari solusi yang efektif dan efisien dalam restorasi gambut dan pencegahan kebakaran gambut. Kerja sama tersebut diteguhkan dalam Simposium Bersama yang akan dilakukan di Jakarta dan Pekanbaru pada 30 Mei- 1 Juni 2016. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, JICA, Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), National Institutes of the Humanities (NIHU), dan Pemerintah Provinsi Riau.

Ada 11 Universitas Indonesia yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Palangkaraya, Universitas Cendrawasih, Universitas Mulawarman, Universitas Gadjah Mada, Institute Pertanian Bogor dan Universitas Sebelas Maret. Diharapkan para pakar restorasi dari perguruan tinggi ini dapat berbagi pembelajaran, informasi dan kajian ilmiah terkait riset dan kegiatan restorasi gambut yang telah dilakukan.

“Upaya restorasi gambut melalui perbaikan tata kelola lahan gambut yang meliputi perbaikan ekologi, ekonomi, dan juga sosial memerlukan dukungan riset yang mendalam serta aksi bersama restorasi dengan sivitas akademika,” jelas Kepala BRG, Nazir Foead.

Bagi BRG, perguruan tinggi mempunyai intentitas sendiri dalam perubahan sosial. Mereka dapat mendorong restorasi gambut menjadi titik berangkat membangun basis keilmuan dan gerakan sosial yang kuat.

Ditambahkan oleh Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG, Haris Gunawan, informasi dan hasil penelitian yang berserakan di segala perguruan tinggi ini nantinya dikumpulkan oleh BRG untuk menjadi materi pembelajaran dan penyusunan agenda riset aksi restorasi gambut selanjutnya.

“Penelitian harus menjawab persoalan konkrit restorasi gambut. Restorasi bukan hanya membasahi gambut dan mencegah kebakaran, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin mendengar dari para peneliti bagaimana restorasi juga ada nilai ekonomi yang baik bagi masyarakat dan kelestarian gambut. Sehingga ke depan kita tidak perlu lagi membayar biaya sosial yang tinggi akibat rusaknya ekosistem gambut,” tandas Haris.

Sementara itu kehadiran Universitas Hokkaido dan Kyoto, akan membantu penelitian di Kabupaten Meranti dan Bengkalis, dimana kebakaran telah menghancurkan lahan dan hutan gambut di wilayah tersebut. Mereka tidak hanya fokus untuk penelitian pembasahan kering lahan gambut yang merupakan kunci untuk mencegah kebakaran tetapi juga upaya “menumbuhkan” kembali kehidupan ekosistem yang ada di sana.

Hasil penelitian akan digunakan sebagai solusi percepatan restorasi gambut di Indonesia sehingga diharapkan dalam lima tahun ke depan BRG dapat merestorasi 2,26 juta hektar lahan gambut yang terdegradasi.

 

— S e l e s a i —

Kontak:


Haris Gunawan

Deputi Penelitian dan Pengembangan

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia

 

Gedung Sekretariat Negara Lantai 2

Jl. Teuku Umar 10, Menteng, Jakarta Pusat 10350

Tel: (021) 319 012608 , Mobile: +62 812 21378019

e-mail: haris.gunawan@gambut.id