Kebakaran Hutan dan Lahan di Meranti Tak Menyentuh Kawasan Restorasi BRG

Badan Restorasi Gambut (BRG) RI ikut serta terlibat menyelesaikan peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Setelah dilakukan pengecekan, api sama sekali tidak menyentuh lahan gambut yang telah direstorasi oleh BRG RI yang terletak di Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Artinya, sangat jelas bahwa program restorasi oleh BGR menuai hasil yakni tidak melebarnya bara api yang menyebabkan semakin membesarnya kebakaran hutan dan lahan.

Selanjutnya, berkaitan dengan Karhutla yang telah terjadi, BRG melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Satgas Karhulta Provinsi untuk mendukung upaya reaksi cepat mencegah kebakaran di lokasi target restorasi gambut. Kepala BRG, Nazir Foead menjelaskan,“Koordinasi dengan Satgas Karhutla di setiap provinsi terus kami lakukan. Kami telah menugaskan dua Deputi untuk menjalankan koordinasi ini sekaligus memimpin pelaksanaan tiga aksi utama untuk merespon kebakaran ini.

Untuk kegiatan di Sumatera ditugaskan Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan, sementara untuk kegiatan di Kalimantan kami tugaskan Deputi Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan,” katanya. Kebakaran di Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri menghanguskan hektaran hutan dan lahan gambut menyebabkan masyarakat tersiksa. Mereka tidak dapat beraktivitas seperti biasanya lantaran kabut asap yang terus menghitam. Sebagai antisipasi semakin memburuknya kondisi sejumlah daerah di Riau, pemerintah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai 19 Februari sampai 31 Mei 2018.

Informasi selengkapnya bisa Anda baca melalui tautan berikut ini :


https://www.goriau.com/berita/baca/lahan-percontohan-brg-di-kepulauan-meranti-tak-tersentuh-api.html