Jaga Gambut Tetap Basah untuk Cegah Kebakaran

Kebakaran di lahan gambut sebagian besar terjadi saat tinggi muka air tanah berada pada posisi 30-39 sentimeter di bawah permukaan gambut. Dengan tinggi muka air dalam posisi waspada serta cuaca panas di permukaan, risiko kebakaran akan makin besar. Karena itu hal penting yang perlu ditingkatkan musim kemarau ini adalah menjaga gambut tetap basah dengan pemantauan tinggi muka air, jangan turun di bawah titik kritis 40 cm di bawah permukaan gambut.

Demikian salah satu kutipan penting dalam Webinar Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Melalui Pemantauan Ground Water Level (GWL) yang diadakan Departemen Silvikultur IPB tanggal 3 Juli 2020 menampilkan pembicara Prof. Bambang Hero Saharjo-Guru Besar Bidang Perlindungan Hutan DSVK IPB, Dr. Erianto Indra Putra-Dosen Kebakaran Hutan DSVK IPB, Dr. Asmadi Saad-Dosen Program Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr. Sigit Sutikno-Dosen Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau.

Menurut Dr. Erianto Indra Putra, berdasar pengamatan pada kebakaran hutan dan lahan tahun 2000, kebakaran mulai terjadi saat TMAT (tinggi muka air tanah) berada pada 20 cm di bawah permukaan gambut. Bahkan lebih dari 100 titik panas terdeteksi saat TMAT mencapai 40 cm di bawah permukaan gambut.

Jadi rekomendasinya bahwa nilai 40 cm di bawah permukaan gambut jadi ambang batas untuk mencegah kebakaran di lahan gambut. Bahkan angka ambang batas 40 cm ini pun masuk dalam kriteria kerusakan gambut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 jo PP No.56/2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Ditambahkan oleh Prof Bambang Hero, bahwa sebagian besar kebakaran di lahan gambut terjadi karena faktor manusia. Jadi selain mengandalkan pada faktor teknologi, pemantauan dan modifikasi cuaca, maka faktor manusia juga harus dikendalikan. Kebakaran lahan gambut awalnya sering terjadi di permukaan gambut dahulu, kemudian dapat menjadi meluas dan berbahaya jika kondisi gambut benar-benar kering dan ambang batasTMAT tidak dijaga. Pemanfaatan modifikasi cuaca juga dengan pertimbangan kondisi memungkinkan dan tidak berasap yang dapat membahayakan pesawat penyemai hujan.

Dari webinar ini kesimpulan pokok yang bisa dipetik adalah menjaga kondisi basah lahan gambut mutlak diperlukan untuk cegah kebakaran, terutama musim kemarau saat ini.