Gaung Restorasi Gambut Indonesia di Semenanjung Skandinavia

“Wow! Aku terbang di atas lahan gambut! Banyak sekali rumah dan penduduknya yah!”

seru seorang anak yang sedang merasakan pengalaman virtual reality di booth Badan Restorasi Gambut (BRG) pada Pameran Festival Indonesia di Oslo yang bertema “Wonderful Indonesia: A Land of Diversity”.

Mengenal gambut Indonesia di bawah terik matahari musim panas pada festival yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) di Oslo berlangsung (28-30/06), menjadi sebuah pengalaman menarik bagi masyarakat Norwegia. Musim panas di Norwegia menjadi musim yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Ibukota Oslo. Tidak seperti di Indonesia yang beriklim tropis, sinar matahari menjadi sesuatu yang amat dinantikan bagi 4,9 juta orang penduduk negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia tersebut. Sembari menikmati kehangatan sinar matahari musim panas, masyarakat Oslo tampak antusias mengunjungi berbagai stan yang mengenalkan keanekaragaman budaya, aneka potensi pariwisata dan perdagangan terutama produk yang berasal dari lahan dan hutan di Indonesia, termasuk dari ekosistem gambut.

Kerajaaan Norwegia yang memiliki cadangan minyak bumi, gas alam, mineral, dan makanan laut merupakan mitra penting bagi Pemerintah R.I. Dukungan Norwegia sangat besar bagi Pemerintah terutama dalam kegiatan restorasi gambut. Oleh karena itu, partisipasi BRG dalam festival ini adalah kesempatan baik menggaungkan capaian restorasi gambut tropis di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian festival, BRG bersama KBRI di Oslo menyelenggarakan Seminar dengan tajuk “Sustainable Peatland & Palm Oil Contributions Towards the Achievement of the UN Sustainable Development Goals” pada tanggal 28 Juni 2019..

Pada Seminar yang dihadiri sekitar 100 peserta ini, Kepala BRG, Nazir Foead menyampaikan capaian kegiatan restorasi gambut yang telah dilaksanakan Pemerintah selama tiga tahun terakhi. Arah kebijakan dan efektivitas kegiatan restorasi gambut dalam penurunan jumlah titik panas sejak 2016 turut dipaparkan. “Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah berhasil menurunkan titik panas di ekosistem gambut. 92,98% penurunan titik panas terjadi di wilayah konsesi, dan 91,38% berada di area non-konsesi.” papar Nazir.

Platform online untuk kegiatan pemantauan restorasi gambut atau Peatland Restoration Information and Monitoring System (PRIMS) juga disinggung oleh Kepala BRG dalam paparannya. “PRIMS memberikan informasi tentang dampak dari kegiatan restorasi gambut, indikasi degradasi lahan gambut, dan estimasi pengurangan gas rumah kaca akibat kegiatan restorasi gambut. Indonesia telah mencatatkan sejumlah capaian penting seperti dalam pengembangan metodologi pemetaan gambut yang telah diakui internasional.” ungkap Nazir.

Selama kegiatan Pameran yang diadakan sejak tanggal 29-30 Juni 2019 di lokasi bergengsi di Spikersuppa, BRG memamerkan hasil karya masyarakat Desa Peduli Gambut seperti kerajinan tas, selendang dan topi. Pemerintah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan juga memamerkan hasil karya petani muda di desa-desa gambut yang didukung BRG. Selain itu, pada stan BRG diperkenalkan  produk makanan sehat dari bahan baku yang tumbuh di lahan gambut yang merupakan hasil kerjasama dengan Javara Indonesia, seperti beras merah, beras putih, garam nipah, keripik nanas gambut, keripik kelapa gambut dan lainnya. Sambutan pengunjung sangat positif terhadap desain kerajinan dan cita rasa pangan sehat tersebut.

Stan BRG juga dimeriahkan dengan live demo pembuatan tikar anyaman dari rumput purun oleh pengrajin gambut dari Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, bernama Arbaini. Alat virtual reality yang menampilkan suasana lahan gambut di Indonesia menarik minat banyak sekali pengunjung dari berbagai segmen usia, khususnya anak-anak.

Kegiatan seminar dan pameran dalam festival ini juga dihadiri oleh beberapa Delegasi R.I., yaitu Kepala BRG, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bupati Musi Banyuasin, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perwakilan pengrajin anyaman Purun dari lahan gambut di Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), perwakilan mitra korporasi Kedubes RI di Oslo, PT. Kampung Kearifan Indonesia (Javara), Kemitraan, akademisi dari Institut Pertanian Bogor, dan lainnya. Selain itu, kegiatan Seminar juga dihadiri perwakilan dari Norwegia, yakni pejabat Kementerian Iklim dan LH Norwegia, pejabat Kementerian Perdagangan Norwegia, pejabat NORAD (Norwegian Agency for Development Cooperation), pemimpin Konfederasi Bisnis Norwegia (NHO dan VIRKE), pemimpin perusahaan bisnis terkait (sektor energi dan pangan), Rainforest Foundation Norway, Zero Emission Resources Organization (ZERO), akademisi dan pemerhati isu lingkungan Norwegia.

Sebelum kegiatan Seminar dan Pameran berlangsung, Kepala BRG, Nazir Foead, juga mengadakan serangkaian pertemuan sejak tanggal 24 Juni 2019 dengan Pemerintah Norwegia dan Rainforest Foundation Norway (RFN). Pihak Pemerintah Norwegia (Norway’s International Climate and Forest Initiative/NICFI) memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah dalam merestorasi gambut selama tiga tahun terakhir, serta merekognisi penurunan nyata titik panas di lahan gambut dan turunnya laju deforesasi di lahan gambut. Pihak NICFI juga berjanji untuk menggalang dukungan negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman dan Inggris Raya, untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam merestorasi ekosistem gambut di Indonesia.

Pertemuan Kepala BRG RI dengan RFN mendiskusikan tentang kegiatan restorasi gambut yang berbasis masyarakat. Pihak RFN menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan terkait ekosistem gambut yang telah diterbitkan oleh Pemerintah RI, pelibatan masyarakat dalam kegiatan restorasi gambut, serta supervisi pelaksanaan restorasi gambut di areal konsesi. RFN juga menjelaskan sikap mereka yang mendukung produk sustainable palm oil dari Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan Festival Indonesia di Oslo yang digagas oleh KBRI Oslo berlangsung sukses dan meriah. “Tentunya kami berharap agar kerjasama berbagai pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan, khususnya kerjasama dan dukungan dari Norwegia dalam restorasi dan pengelolaan ekosistem gambut Indonesia.” pungkas Nazir.