Edukasikan Gambut Sejak Dini, BRG Kembali Latih 30 Guru Sekolah Dasar di Kalimantan Barat
Hasil Seleksi Wawancara Petugas Dokumentasi Pengaduan
30 Juni 2018
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Tenaga Teknis KOP BRG
3 Juli 2018
Show all

Edukasikan Gambut Sejak Dini, BRG Kembali Latih 30 Guru Sekolah Dasar di Kalimantan Barat

Pontianak, 03 Juli 2018 – Badan Restorasi Gambut (BRG) kembali melakukan inovasi dalam peningkatan pemahaman publik khususnya anak-anak usia sekolah dasar dengan melatih 30 guru dari 15 Sekolah Dasar (SD) pada 3 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Pelatihan untuk pengenalan ekosistem dan restorasi gambut dilakukan melalui pengenalan berbagai alat peraga dan bentuk-bentuk permainan edukatif untuk anak-anak usia sekolah dasar. Materi pengenalan gambut yang dibuat juga disesuaikan dengan kurikulum mata pelajaran utama, yakni Matematika, Bahasa Indonesia serta Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna Safitri menjelaskan pelatihan ini merupakan kali kedua dilaksanakan setelah pada tahun 2017 BRG mengundang guru-guru dari 16 SD yang berada di 2 kabupaten/kota di Kalbar. Sama seperti tahun lalu, pelatihan kali ini adalah tahap awal sebelum nantinya pihak sekolah akan menerima bantuan alat peraga edukasi gambut. “Setelah pelatihan ini, BRG akan mendistribusikan alat peraga kepada sekolah dasar yang telah mengikuti pelatihan. Akan ada 15 paket alat peraga yang dibagikan untuk Kalbar di 2018. Sehingga total ada 31 paket alat peraga untuk 31 SD di Kalbar,” ungkap Myrna.

Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRG, Suwignya Utama menyampaikan dalam sambutan pembukaan acara bahwa pelatihan ini sebagai komitmen BRG melakukan restorasi gambut melalui pelibatan masyarakat. “Para peserta pelatihan ini kami harapkan dapat menyadari potensi lingkungan gambut yang ada disekitar sehingga dapat mengajarkan kepada para murid di sekolah masing-masing”, ujar Suwignya. Beliau menekankan pelatihan guru SD penting dilakukan agar pemahaman ekosistem dan restorasi gambut dapat ditanamkan sejak dini. Sehingga akan menimbulkan rasa memiliki masyarakat dan turut merawat kelestarian lahan gambut di area sekitar mereka. Peserta pelatihan ini adalah para guru SD yang lokasi sekolahnya kami sesuaikan dengan lokasi program Desa Peduli Gambut (DPG) yang dilakukan BRG. Pada 2018 ini para guru berasal dari SD di desa- desa pada kabupaten/kota Kanyong Utara, Sambas dan Kubu Raya.

Unduh PDF