Desa Gambut Mulai Pasarkan Beras Lahan Gambut Secara Online

Bulan April lalu, menjadi bulan yang cukup memberi semangat bagi beberapa desa gambut yang mendapat pendampingan dari Badan Restorasi Gambut. Seperti cerita dari Desa Ganesha Mukti Kecamatan Muara Sugihan, Provinsi Sumatera Selatan, yang memproduksi beras lahan gambut dan segera dipasarkan secara online. Yang cukup membanggakan lagi bahwa hasil budidaya tani di desa yang merupakan desa sasaran intervensi Badan Restorasi Gambut tersebut berproduksi tanpa budaya membakar.

Petani-petani gambut sudah mengubah pola budidaya lama dengan budidaya lahan tanpa bakar untuk menjaga kelestarian ekosistem gambut. Bahkan desa yang menjadi pendampingan tim BRG melalui program desa peduli gambut telah menjadi desa lumbung pangan yang pengolahannya secara alami.

Seperti dikemukakan oleh Dinamisator Kedeputian Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, DD Shineba, bahwa lahan pertanian Desa Ganesha Mukti mencapai 1.200 hektar dan mampu menghasilkan beragam jenis beras, mulai dari beras putih, beras merah dan akan mengembangkan beras hitam. Dari tiga jenis beras tersebut sudah mencapai 40% dikembangkan dengan tanpa membakar lahan.


“Desa itu sudah bisa menghasilkan beras putih 4.800 ton, beras merah 600 ton dan saat ini juga mengembangkan beras hitam. Dalam setahun, produksi beras sudah mencapai 1 ton, dan telah mengaplikasikan tanpa membakar lahan,” tambahnya dengan yakin.

Lebih jauh lagi, beras-beras produksi desa gambut ini sudah bisa dibeli secara online (daring) di IG@produkrawang, artinya promosi yang dilakukan telah lebih luas, menjangkau masyarakat yang tidak hanya berada di Sumsel. Ini juga berkat kerja sama dengan BUMDes Wiraguna Desa Ganesha Mukti dengan memfasilitasi promosi produk hasil pertanian secara online.

Beras dan masker produksi Desa Gambut (dokumentasi BRG)

Mereka menyadari di masa pandemik saat ini, banyak cara lain untuk tetap kreatif sembari waspada menyikapi pencegahan penyebaran covid 19. Bahkan, BRG juga bekerjasama dengan kelompok perempuan di Desa Peduli Gambut memproduksi masker non medis yaitu di dua desa Kecamatan Muara Sugihan, mendistribusikan masker non medis kepada masyarakat dan mendukung sosialisasi pencegahan Covid-19 yang dilakukan pemerintah daerah.

Simak kisah selengkapnya pada tautan berikut:

https://www.gatra.com/detail/news/478426/ekonomi/beras-lahan-gambut-di-sumsel-dipasarkan-online