Catatan Akhir Tahun BRG: Intervensi Restorasi Gambut 2016 Berlangsung Pada Setengah Juta-an Hektar Target Restorasi, 36 Korporasi Siap Restorasikan Gambut
Restorasi Gambut Perlu Topang Perhutanan Sosial
21 Desember 2016
BRG Gandeng MCA-Indonesia untuk Restorasi Gambut
7 Maret 2017
Show all

Catatan Akhir Tahun BRG: Intervensi Restorasi Gambut 2016 Berlangsung Pada Setengah Juta-an Hektar Target Restorasi, 36 Korporasi Siap Restorasikan Gambut

No.: SIPRES/BRG/24/12/2016

Meski tidak ada kebakaran lahan gambut di tahun ini, BRG tetap akan meningkatkan koordinasinya dalam mencegah kebakaran di tahun ke depan. Diharapkan semua pihak menunjukkan itikad baiknya dalam merestorasi gambut, (Foto: Musfarayani/Dok.BRG)

Meski tidak ada kebakaran lahan gambut di tahun ini, BRG tetap akan meningkatkan koordinasinya dalam mencegah kebakaran di tahun ke depan. Diharapkan semua pihak menunjukkan itikad baiknya dalam merestorasi gambut.
(Foto: Musfarayani/Dok.BRG)

Jakarta, 30 Desember 2016 – Menutup tahun 2016, Badan Restorasi Gambut (BRG) menyampaikan beberapa capaian kerja selama 10 bulan terakhir. Dalam pertemuan dengan awak media di Kantor BRG pada hari ini, Kepala BRG, Nazir Foead, memaparkan beberapa hasil kerja termasuk kendala yang dihadapi dan rencana tahun berikutnya.

Nazir Foead menyampaikan sepanjang tahun 2016 ini, BRG melakukan berbagai bentuk intervensi. Dimulai dari perencanaan restorasi gambut, penyusunan peta termasuk peta indikatif restorasi, pelaksanaan konstruksi pembasahan gambut dan revegetasi, intervensi sosial pada desa-desa gambut serta penugasan restorasi pada pemegang konsesi. Dibentuk pada 6 Januari 2016 lalu, BRG mempunyai tugas mengkoordinasi dan fasiliitasi restorasi gambut di 7 provinsi. Target yang diberikan Presiden adalah kurang lebih 2 juta hektar, dengan 30%-nya dimulai tahun 2016 pada 4 kabupaten: Pulang Pisau (Kalteng), Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin (Sumsel) dan Kepulauan Meranti (Riau).

BRG sendiri telah memetakan wilayah indikatif untuk prioritas restorasi gambut seluas 2.492.527 hektar. Pada areal tersebut telah dibuat perencanaan restorasi ekosistem gambut seluas 470,424 hektar di Pulang Pisau. Pemetaan gambut dengan teknologi LiDAR dilakukan pada 606.000 hektar. Intervensi sosial berupa penyiapan masyarakat desa berlangsung pada 104 desa di 4 kabupaten prioritas, dengan luas wilayah desa mencapai 806.312 hektar.

BRG juga telah menugaskan 36 perusahaan konsesi di Sumsel, Kalteng, Kalbar, Riau, dan Jambi untuk melakukan restorasi gambut. Total areal konsesi tersebut adalah 650.389 hektar. Luas ini setara dengan 26% total luas areal restorasi gambut.

“BRG akan pemantauan ketat terhadap areal tersebut. Salah satunya dengan metode dan alat water logger yang akan memberi data real time tentang tinggi muka air. Telah terpasang 20 unit alat ini di 5 provinsi,” demikian disampaikan Nazir Foead. Selain itu, BRG membuka ruang bagi partisipasi masyarakat melakukan pemantauan. Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri, menyatakan kanal pengaduan dapat disampaikan melalui e-mail: pengaduan@brg.go.id atau SMS ke nomor 1708 dengan #brg atau #gambut.

Pada tahun pertama ini, BRG fokuskan pelaksanaan restorasi lebih pada perencanaan, pemetaan, penyiapan kelembagaan, serta penyiapan masyarakat.

BRG mencatat munculnya niat baik dari sejumlah pihak untuk mendukung restorasi gambut. Pemerintah Daerah, pemegang konsesi, LSM dan masyarakat desa menunjukkan antusiasme yang signifikan dalam melaksanakan restorasi gambut. Ini adalah modal penting bagi pelaksanaan restorasi pada tahun-tahun mendatang. BRG optimis dapat mencapai target kerjanya.

—- selesai —–

Berikut adalah dokumen infografis capaian BRG selama tahun 2016 :

Capaian BRG Juni – September 2016

 

Kontak:

Myrna A. Safitri

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia

Gedung Sekretariat Negara Lantai 2

Jl. Teuku Umar 10, Menteng, Jakarta Pusat 10350

Tel: (021) 319 012608 , Mobile: +62 816 861372
e-mail: myrna.safitri@brg.go.id