BRG Sudah Membangun 15.525 Infrastruktur Pembasahan Gambut

Sampai pertengahan Juni 2020 ini, Badan Restorasi Gambut sudah membangun 15.525 unit infrastruktur pembasahan gambut (IPG) berupa sumur bor dan sekat kanal yang dibangun dalam kurun waktu 2017-2019. Verifikasi terhadap IPG ini pun sudah dilakukan dalam pengecekan selama 2019 dan awal 2020.

Verifikasi ini perlu dilakukan karena sebagian pembangunan infrastruktur pembasahan gambut tersebut dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, bantuan pihak ketiga, dan para mitra, untuk memastikan apakah spesifikasi sekat kanal maupun sumur bor sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan dan dalam kondisi berfungsi dengan baik. Adapun selama periode 2017 sampai dengan 2019, BRG memfasilitasi pembangunan 6.357 sekat kanal dan 13.818 sumur bor melalui Anggran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Bersamaan dengan verifikasi, BRG juga sudah membangun sistem inventarisasi dan pemeriksaan kondisi IPG yang disebut SISFO. Dengan sistem tersebut, kata Deputi Perencanaan dan Kerja Sama BRG, Budi Wardhana, memudahkan verifikasi ribuan sekat kanal dan sumur bor yang dibangun di lahan gambut bekas terbakar dan kondisinya berfungsi.

Untuk semester dua tahun 2020 ini, selain menyelesaikan verifikasi, BRG akan melakukan perbaikkan IPG yang memang mengalami kerusakan. Karena melalui pemantauan Sistem Monitoring Informasi Restorasi Gambut (Peatlands Restoration Information Monitoring System/PRIMS) ada sekat-sekat kanal yang dibangun kelompok masyarakat pada 2017 mengalami kerusakan, sehingga harus diperbaiki untuk menjaga level muka air lahan gambut agar tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan IPG yang berfungsi baik, kemudian terverifikasi semua dalam sistem SISFO, maka barulah dapat menghitung luasan intervensi pembasahan gambut atau gambut yang sudah terdampak pemulihan gambut. Diakui memang akhir-akhir pekerjaan agak terhambat dengan adanya pandemi Covid-19, namun kemajuan secara umum masih dalam kendali sesuai perencanaan dan akan dilanjutkan dengan hati-hati serta mematuhi protokol standar kesehatan.

https://www.antaranews.com/berita/1555548/verifikasi-15525-infrastruktur-pembasahan-gambut-rampung