BRG-RI Kerjasamakan Penelitian Dan Pengembangan Masyarakat Kawasan Target Restorasi Gambut Dengan Universitas Kristen Palangka Raya
BRG-RI Detilkan Restorasi Gambut Riau Dalam Nota Kesepahaman Dengan Pemerintah Provinsi Riau
14 Juli 2017
Pengumuman Kelulusan Formasi Tenaga Teknis Sekat Kanal dan Sumur Bor Badan Restorasi Gambut
1 Agustus 2017
Show all

BRG-RI Kerjasamakan Penelitian Dan Pengembangan Masyarakat Kawasan Target Restorasi Gambut Dengan Universitas Kristen Palangka Raya

Palangka Raya, Jumat, 28 Juli 2017 –- Badan Restorasi Gambut (BRG) RI dan Universitas Kristen Palangka Raya (UNKRIP) hari ini menandatangani Nota Kesepahaman tentang pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat pada kawasan target restorasi gambut Provinsi Kalimantan Tengah. Nota kesepahaman ini bertujuan untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pemangku kepentingan terkait restorasi gambut termasuk akademisi. Yang akan dikembangkan dalam kerjasama ini adalah kegiatan dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat di kawasan restorasi gambut. “Ini perlu disepakati untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi yang bermanfaat demi mendukung kegiatan restorasi gambut,” jelas Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut, di Palangka Raya (28/7).

Pokok-pokok yang disepakati dalam nota kesepahaman ini mencakup: pendayagunaan dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan, teknologi dan hasil penelitian terkait restorasi gambut di kawasan target restorasi (i), pembangunan infrastruktur restorasi gambut (ii), peningkatan kapasitas sumber daya manusia (iii), pemberdayaan ekonomi masyarakat (iv), pengembangan potensi daerah yang termasuk dalam target restorasi melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil penelitian (v), dan kegiatan-kegiatan lain yang disepakati oleh kedua belah pihak (vi).

Diharapkan dengan adanya nota kesepahaman ini bisa mempercepat pencapaian target pembangunan infrastruktur restorasi gambut. “Masyarakat yang tinggal di kawasan wilayah gambut dimana daerahnya itu menjadi target restorasi gambut BRG juga bisa mendapatkan manfaat melalui peningkatan pendapatan ekonomi mereka,” lanjut Nazir. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pendekatan strategi restorasi gambut BRG adalah menggunakan strategi 3P, pembasahan kembali lahan gambut – penanaman kembali lahan gambut – pemulihan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut. Tahun 2017 BRG sudah membentuk 10 Desa Peduli Gambut yang tersebar di 3 kabupaten di Katingan, Kapuas, dan Barito Selatan. “Potensi masing-masing desa sudah teridentifikasi melalui studi pemetaan sosial yang dilakukan pada Mei-Juli kemarin,” tambah Nazir.