BRG Gelar Bimtek Neraca Air di Kalbar

Badan Restorasi Gambut melalui Sub Pokja Pengelolaan Lahan Konsesi pada Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bimtek) kepada 29 perusahaan Perkebunan di Kalimantan Barat, dan 18 perusahaan diantaranya masuk dalam target restorasi gambut BRG.

Pembukaan dilakukan oleh Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Adi Yani, dan sambutan Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr. Myrna A. Safitri melalui zoom.

Kegiatan yang diikuti 31 peserta pada 19-21 Oktober 2020 ini menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari rapid tes, pengecekkan suhu tubuh, jaga jarak hingga penggunaan masker saat di ruangan.

Kepala Sub Kelompok Kerja Pengelolaan Lahan Konsesi BRG, Dermawati Sihite mengatakan bahwa bimtek ini merupakan kegiatan edukasi yang berkelanjutan.

Pada April 2020, juga telah dilaksanakan Bimtek Restorasi Gambut di Kalbar secara daring melibatkan 12 perusahaan. Sedangkan kali ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai neraca air di sektor perkebunan.

Dermawati mengatakan, bahwa BRG memiliki tugas dan fungsi dalam Perpres. Salah satunya, melakukan supervisi dalam kontruksi, operasi dan pemeliharaan infrastruktur di lahan konsesi.

Bentuknya asistensi atau pendampingan teknis berkaitan dengan melakukan sosialisasi, bimbingan teknis, hingga kunjungan langsung ke perusahaan dengan memberikan masukan.

“Di Kalbar ini ada beberapa perusahaan sudah didatangi dan diberikan masukan. Yang tidak bisa didatangi langsung di kumpulkan di bimtek ini,” timpalnya.

Bimtek kali ini, kata Dermawati lebih spesifik mengenai neraca air untuk mengukur ketersediaan air di areal lahan perusahaan itu, dan kapan mengalami surplus, dan kapan mengalami defisit. Tujuannya, supaya perusahaan bisa mengatur tampungan air, dan pengaturan tata air di areal gambut mereka. Khususnya di kebun

“Kapan mereka harus membuat penampungan di mana, embung dimana, atau bikin sekat kanalnya seperti apa, dipelajari disitu. Melihat dari curah hujan, serapan air dalam gambut,” Katanya saat ditemui Pontianak Post, Rabu (21/10)

Bimtek ini mengundang beberapa narasumber dan memberikan informasi menghitung menggunakan beberapa metode.

“Jadi ada perusahaan yang mempunyai data 10 tahunan, ada yang 5 tahun, ada yang Cuma 3 tahun. Kita coba mengukur dengan data yang mereka punya, dan mereka coba gunakan program yang diajarkan,” kata dia.

Bimtek ini kata Dermawati dilaksanakan di enam provinsi. Setiap bimtek dilaksanakan selama tiga hari. Pesertanya diharapkan memiliki latar belakang minimal S1 pertanian, hidrologi, teknik sipil, atau kehutanan di bidang tertentu. Peserta harus menguasai manajemen air minimal dua tahun dan menguasai manajemen air minimal dua tahun dan menguasai beberapa aplikasi pendukung. Memiliki computer dengan spesifikasi tertentu.

Selengkapnya : https://pontianakpost.co.id/brg-gelar-bimtek-neraca-air-di-kalbar/