Bimbingan Teknis Daring BRG untuk Konsesi Perkebunan di Kalimantan Barat sebagai Antisipasi Karhutla

Berdasar prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) bahwa bulan Juli-September tahun ini provinsi-provinsi di Indonesia mulai mengalami musim kemarau. Menyikapi hal ini, kewaspadaan terhadap kebakaran lahan gambut perlu ditingkatkan. Badan Restorasi Gambut yang mendapat mandat untuk pemulihan ekosistem gambut di 7 provinsi dengan melakukan fasilitasi, koordinasi serta langkah pencegahan kebakaran lahan mulai menggelar kegiatan penting Bimbingan Teknis ke beberapa perusahaan/konsesi perkebunan di Kalimantan Barat.

Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui Sub Pokja Pengelolaan Lahan Konsesi pada Kedeputian Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) online kepada 13 perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. Karena menurut keterangan dari Kepala Sub Kelompok Kerja Pengelolaan Lahan Konsesi BRG, Dermawati Sihite, bahwa pada tahun 2019, Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah areal terbakar di lahan konsesi yang cukup besar. Karena itu, upaya edukasi kepada pemegang konsesi penting ditingkatkan. Adapun Bimtek Restorasi Gambut untuk pengelola konsesi ini dilakukan pada April 2020 lalu dan diikuti 20 orang peserta mewakili 13 perusahaan. Di Kalbar sendiri setidaknya ada 36 perusahaan perkebunan yang berada di wilayah target restorasi gambut.

Bimbingan teknis merupakan bagian kegiatan edukasi yang berkelanjutan dan sudah dilaksanakan oleh BRG di 5 provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Selain melalui Bimtek, kegiatan supervisi dilakukan melalui kunjungan langsung kepada pemegang konsesi. Secara keseluruhan, Bimtek sudah diikuti oleh 74 pemegang konsesi perkebunan dan supervisi melalui kunjungan langsung dilakukan pada 33 konsesi perkebunan.

Materi bimbingan teknis yang merupakan bahan-bahan paparan penting dan keterangan teknis perihal ekosistem gambut dan tata kelola air di lahan gambut disampaikan oleh pakar-pakar di bidangnya seperti Prof. Azwar Maas dari UGM, Ir. L. Budi Triadi dari Kementerian PUPR dan Prof. Bambang Hero Saharjo dari IPB. Mereka masing-masing memberikan materi tentang karakteristik lahan gambut, hidrologi dan tata air di lahan gambut serta pengendalian kebakaran lahan gambut.

Ini semua dimaksudkan agar para pemilik konsesi memiliki pengetahuan dan paham tentang karakteristik lahan gambut yang ada di areal kerja dan areal sekitar mereka, bukan saja dari segi fisik namun juga dari sisi sosial. Selain memahami karakteristik lahan gambut, pemegang konsesi juga perlu melakukan penataan air agar gambut tetap basah.

Yang terpenting mereka paham konsep keseimbangan dan berbagi air di ekosistem gambut serta menjelang musim kemarau, semua pihak harus waspada terhadap ancaman bahaya kebakaran khususnya pada lahan gambut. Karena perusahaan peserta Bimtek online tetap perlu diberikan supervisi di lapangan, bila kondisi sudah memungkinkan. Peserta bimbingan teknis juga mengakui pentingnya sesi edukasi semacam ini dan tetap mengharapkan bisa ditindaklanjuti adanya pertemuan secara fisik jika keadaan sudah memungkinkan pasca pandemi ini berlalu.

https://nasional.tempo.co/read/1348815/antisipasi-kemarau-brg-gelar-bimtek-konsesi-perkebunan-di-kalimantan-barat/full&view=ok