Berkoordinasi dengan Pemerintah Setempat, BRG Kembali Sosialisasikan Progres Restorasi Gambut di Sumatera Selatan
Hasil Seleksi Wawancara Penerimaan Calon Tenaga Kerja Fasilitator Desa Peduli Gambut Tahun 2018 Provinsi Papua
24 Juli 2018
SELEKSI PENERIMAAN CALON PETUGAS PENGELOLA WEB/MEDIA SOSIAL
25 Juli 2018
Show all

Berkoordinasi dengan Pemerintah Setempat, BRG Kembali Sosialisasikan Progres Restorasi Gambut di Sumatera Selatan

Palembang, 24 Juli 2018 – Badan Restorasi Gambut (BRG) terus berkoordinasi dengan Pemerintah setempat dan para pemangku kepentingan, untuk mensosialisasikan progres kegiatan restorasi gambut di Sumatera Selatan. Kegiatan restorasi gambut tahun 2018 akan dilakukan pada 6 KHG yang berada di Kabupaten/Kota Ogan Komering Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin dan Banyuasin dengan pendekatan 3R: rewetting, revegetasi dan revitalisasi ekonomi masyarakat lokal.

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri menjelaskan, pembangunan infrastruktur pembasahan ekosistem gambut selama 2018 akan dilakukan melalui Tugas Pembantuan (TP) oleh Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Sumatera Selatan. “Rencananya akan dibangun 200 sumur bor di 3 desa dalam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), 604 sekat kanal di 6 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) prioritas, pembangunan demplot revegetasi seluas 50 Ha dan penimbunan kanal di 18 titik di KHG Sungai Saleh – Sungai Sugihan serta 16 paket model revitalisasi ekonomi masyarakat sekitar”, ujar Myrna.

Senada dengan itu, Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRG, Suwignya Utama, menjelaskan dalam sambutannya, rencana pembangunan infrastruktur sumur bor tahun ini sedikit berbeda karena difokuskan untuk dibangun pada 3 desa yang berada di jalur yang arah anginnya berpotensi menghantarkan asap ke Palembang. “Ini menjadi prioritas BRG dalam mendukung pencegahan kebakaran selama Asian Games 2018 berlangsung,” lanjut Suwignya.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, kegiatan restorasi juga akan dilakukan dengan penyiapan dan pendampingan masyarakat desa di area KHG prioritas melalui berbagai bentuk pelatihan dalam program Desa Peduli Gambut (DPG). “Tahun 2018 BRG kembali menerapkan program DPG menggunakan 2 sumber pendanaan untuk Sumatera Selatan. Untuk pendanaan melalui APBN, DPG akan dilakukan di total 14 desa/kelurahan pada Kabupaten OKI dan Musi Banyuasin. Sementara untuk pendanaan yang bersumber dari lembaga donor, DPG akan dilakukan di total 12 desa/kelurahan yang seluruhnya berada di Kabupaten OKI”, jelas Suwignya.

Kegiatan penelitian dan pengembangan dalam restorasi gambut di Sumatera Selatan pada 2018 juga terus dilakukan. Mayoritas penelitian akan dilakukan pada Kabupaten OKI yang bekerjasama dengan berbagai lembaga. Disamping itu, pemantauan juga akan terus ditingkatkan melalui pemasangan alat pemantau. “Rencana pemasangan alat pemantau Tinggi Muka Air (TMA) atau water logger di Sumatera Selatan akan dilakukan sebanyak 18 unit yang tersebar pada Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten OKI. BRG juga tengah bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Hokkaido University menyiapkan Real-Time Monitoring System (Sesame) untuk mengetahui level muka air dan kelembapan gambut“, ungkap Suwignya.

Kegiatan sosialisasi pengolahan gambut di Sumatera Selatan akan dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan edukasi gambut kepada para guru Sekolah Dasar (SD). Pelatihan yang merupakan kali kedua ini akan mengundang 28 guru dari 14 SD yang berada pada desa-desa yang terdampak program DPG di 2018. Sebelumnya pelatihan edukasi gambut di 2017 mengundang 30 guru dari 15 SD. “Setelah sosialisasi, BRG akan melatih para guru SD untuk menggunakan alat peraga edukasi gambut sejak dini. Edukasi gambut akan memakai berbagai jenis permainan yang bisa disisipkan dalam beberapa mata pelajaran seperti matematika, ilmu pengetahuan alam dan bahasa Indonesia,” pungkas Suwignya. Unduh PDF