Siaran Pers-Antisipasi Meluasnya Kebakaran, BRG Intensifkan Pembasahan Lahan Gambut
Antisipasi Kemarau 2019, Kepala BRG Tinjau Sekat Kanal dan Komoditi Ramah Gambut di Riau
30 Juli 2019
Siaran Pers-BRG Sesalkan Masih Banyaknya Kegiatan Pembakaran Lahan
3 Agustus 2019
Show all

Siaran Pers-Antisipasi Meluasnya Kebakaran, BRG Intensifkan Pembasahan Lahan Gambut

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

No: SIPRES/BRG/18/08/2019

 

Dapat disiarkan segera

 

Antisipasi Meluasnya Kebakaran, BRG Intensifkan Pembasahan Lahan Gambut

 

Jakarta, 1 Agustus 2019, Menghadapi musim kemarau panjang tahun ini, Badan Restorasi Gambut (BRG) menjalankan operasi cepat pembasahan lahan gambut. Kepala BRG, Nazir Foead, menyebutkan dengan adanya pembasahan gambut, diharapkan resiko kebakaran bisa dikurangi, terutama di areal kerja BRG. “Jadi kalaupun sudah tidak hujan berminggu-minggu, lahan gambut tidak mudah terbakar. Kalaupun terbakar, sifatnya hanya api permukaan yang lebih mudah untuk dipadamkan,” katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (1/8).

Untuk memudahkan proses pembasahan lahan gambut ini, Nazir memerintahkan Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) untuk bekerja sama dengan kelompok masyarakat (Pokmas) memeriksa sumur bor yang telah diinstalasi oleh BRG. Harapannya, begitu kebakaran terjadi, aparat BNPB/BPBD, Manggala Agni, Damkar dan MPA tidak kesulitan untuk mencari air. “Pokmas akan siap membantu melacak titik sumur bor, sementara koordinat sumur bor sudah dibagikan kepada Pemda,” imbuh Nazir. Ia memberi contoh kasus kebakaran lahan di Kalimantan Tengah yang terjadi belakangan ini. “400 sumur bor yang dibangun 2 tahun lalu di Desa Taruna Jaya dan Tumbang Desa, di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, telah dicek masih berfungsi baik. Kini digunakan dalam pembasahan dan pemadaman kebakaran ,” tegasnya.

Di samping itu, Kepala BRG juga sudah meminta Pokmas dan MPA untuk membangun sumur bor baru di lokasi yang sebelumnya tidak direncanakan, namun sekarang terbakar. Hal ini untuk memudahkan petugas dan masyarakat melakukan pemadaman. “Sebelumnya kita hanya boleh membangun untuk pembasahan yang bersifat pencegahan. Namun, kali ini Kementerian Keuangan menyetujui penggunaan sebagian anggaran BRG untuk membangun sumur bor guna kepentingan pemadaman api,” ungkap Nazir.  Fungsi BRG dalam penanganan  kebakaran lahan ini terfokus pada restorasi lahan gambut yang terbakar melalui perbaikan tata air membasahi gambut. “Tugas utama pemadamannya tetap dikerjakan Satgas Karhutla,” ujar Kepala BRG.

Selama 2016-2018, BRG bersama dengan mitra sudah membangun 11.796 sumur bor, 5857 sekat kanal, dan 143 titik penimbunan kanal di berbagai daerah yang menjadi target restorasi BRG. Fasilitas tersebut dapat membasahi lahan gambut sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya kebakaran.

 

—selesai—

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

 

Myrna Safitri

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan

Badan Restorasi Gambut

Republik Indonesia

myrna.safitri@brg.go.id

+62816861372

Tentang Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia (BRG) adalah lembaga nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. BRG dibentuk pada 6 Januari 2016, melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut. BRG bekerja secara khusus, sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh untuk mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan dengan daerah kerja adalah Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Papua.

 

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi pula situs Badan Restorasi Gambut di brg.go.id

 

1819_SIPRES Karhutla