Restorasi Gambut Bersama Masyarakat Akan Dilaporkan dalam COP 23: Rp. 152 Milyar anggaran BRG untuk masyarakat
Pengumuman Kelulusan Tenaga Administrasi Keuangan Program Detasering Tenaga SKMA dalam Restorasi Gambut
31 Oktober 2017
Pengumuman Kelulusan Jabatan Petugas Lapangan Restorasi Gambut Program Detasering Lulusan SKMA dalam Restorasi Gambut
2 November 2017
Show all

Restorasi Gambut Bersama Masyarakat Akan Dilaporkan dalam COP 23: Rp. 152 Milyar anggaran BRG untuk masyarakat

Jakarta, 1 November 2017 – Restorasi gambut dan pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG) oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 adalah salah satu wujud solusi konkrit yang diberikan Pemerintah Indonesia terhadap komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmen nasional melakukan penurunan emisi hingga tahun 2030 sebesar 29% dan hingga 41% dengan dukungan internasional. Dalam konteks ini, restorasi ekosistem gambut memberikan kontribusi penting.

Salah satu fokus kerja Badan Restorasi Gambut adalah menggalang kerja sama dengan warga masyarakat, kelompok masyarakat sipil, dan pemerintah daerah untuk merestorasi gambut di 7 provinsi target restorasi (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua). Kerjasama dijalin dalam pembangunan infrastruktur pembasahan gambut, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kelembagaan dan kapasitas.

“Sejak awal tahun 2017, BRG bersama kelompok-kelompok masyarakat telah membangun infrastruktur pembasahan seperti sekat kanal dan sumur bor di puluhan desa. Selain itu, untuk revitalisasi ekonomi dilakukan dalam bentuk uji coba pengelolaan lahan tanpa bakar, pengembangan komoditas lokal, pengembangan usaha perikanan, peternakan dan budidaya lebah madu. Kegiatan dilakukan di Sumatera dan Kalimantan,” demikian disampaikan Alue Dohong, Deputi Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRG.

BRG juga telah melaksanakan Program Desa Peduli Gambut dengan melakukan serangkaian kegiatan di 75 desa dan kelurahan di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Program Desa Peduli Gambut bertujuan untuk mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penggalangan partisipasi dalam restorasi gambut. “Prinsip penting dalam Desa Peduli Gambut adalah koordinasi, integrasi dan sinkronisasi kegiatan pembangunan semua pihak di desa-desa dan kelurahan yang masuk dalam wilayah target restorasi gambut. BRG memperkirakan ada 1.205 desa dan kelurahan yang masuk dalam wilayah ini,” kata Deputi Edukasi, Sosialiasi, Partisipasi dan Kemitraan, Myrna A. Safitri.

Terdapat 13 jenis kegiatan dalam Program Desa Peduli Gambut, diantaranya adalah pemetaan sosial dan pemetaan wilayah gambut yang dikelola masyarakat, pembentukan kawasan perdesaan gambut, fasilitasi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan hukum melalui mediator dan paralegal desa gambut, fasilitasi akses perhutanan sosial dan reforma agraria. Selain itu, BRG juga memfasilitasi pengembangan pengetahuan dan inovasi masyarakat seperti kerajinan gambut.

Kegiatan langsung di tingkat tapak bersama masyarakat menyedot anggaran kurang lebih Rp. 152 Milyar atau 36% dari total anggaran BRG TA 2017. Dari jumlah itu, sebesar Rp. 117 Milyar untuk kegiatan infrastruktur pembasahan dan revitalisasi ekonomi dan Rp. 35 Milyar untuk penguatan kelembagaan, kapasitas dan pemberdayaan.

Berangkat dari kerja lapangan bersama masyarakat itulah maka arah kerja restorasi gambut pada tahun 2017 sejalan dengan tema sidang ke 23 Konferensi Para Pihak ke Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC COP 23) di Bonn, Jerman pada 6-17 November 2017 yakni kerja bersama yang transparan dan inklusif untuk menjalankan Paris Agreement dan akselerasi tindakan penurunan emisi gas rumah kaca khususnya bagi masyarakat rentan.

“BRG akan berpartisipasi pada beberapa side events baik di Pavilion Indonesia maupun negara lain. Demikian pula kami akan menyampaikan kemajuan kerja restorasi dalam forum yang diselenggarakan Global Peatland Initiative”, kata Myrna Safitri. Testimoni kerja bersama masyarakat akan disampaikan wakil masyarakat dari Desa Gohong Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah dan dari Desa Sungai Bungur, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Di samping itu, BRG juga mendukung paparan rencana penyelamatan ekosistem gambut di Papua yang akan disampaikan oleh Bupati Mappi.

Apa yang akan dilaporkan BRG pada forum COP 23 akan memberikan bukti dan contoh pelaksanaan visi Fiji untuk COP23 yakni “membangun koalisi besar untuk mempercepat aksi iklim sebelum dan setelah 2020 antara masyarakat sipil, komunitas ilmiah, sektor swasta dan semua tingkat pemerintahan termasuk kota dan daerah.”