Mengenal Berbagai Anyaman, Tradisi Masyarakat Lahan Basah Nusantara
13 November 2016
No.: SIPRES/ BRG/2/7/2016 | Kuliah Kerja Nyata Desa Gambut Sejahtera
15 November 2016
Show all

No.: SIPRES/BRG/5/8/2016

SIARAN PERS

BADAN RESTORASI GAMBUT REPUBLIK INDONESIA

No.: SIPRES/BRG/5/8/2016

 

RESTORASI GAMBUT PERLU DUKUNGAN MASYARAKAT

Jakarta, 11 Agustus 2016 – Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar

Dialog Restorasi Gambut dengan kalangan masyarakar sipil dan jurnalis pada 11 Agustus 2016. Acara yang

berlangsung di Ruang Rapat Utama KSP, dihadiri oleh wakil organisasi masyarakat sipil dari sejumlah daerah

dan wartawan berbagai media.

Kepala BRG, Nazir Foead, dalam paparannya menyampaikan hasil kerja BRG selama enam bulan terakhir.

Disebutkan bahwa BRG telah menyelesaikan peta indikatif restorasi gambut. Peta itu telah dikonsultasikan

dengan sejumlah pihak termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Informasi

Geospasial, Kementerian Pertanian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Di tingkat tapak, BRG melakukan kemitraan dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil untuk melakukan

pembangunan sumur bor, penyekatan kanal dan pemetaan sosial desa-desa gambut. Telah terpasang 250

sumur bor di Kalimantan Tengah dan Riau. Tahun ini direncanakan dibangun 4000 sumur bor dengan fasilitas

lengkap. Selain itu juga sedang dibangun 60 sekat kanal bersama masyarakat. Direncanakan akan dibangun

200-300 sekat  dalam tahun 2016. Pembibitan dibangun dengan kapasitas 24 ribu bibit dengan demo

penanaman 80 hektar. Sementara itu, kegiatan konsultasi dan identifikasi masyarakat di 60 desa di Kalimantan

Tengah juga sedang berlangsung. Menyusul dalam waktu dekat di Riau dan Sumatera Selatan dengan

tambahan sekitar 40 desa.

Monitoring kondisi muka air gambut dilakukan dengan teknologi Sesame (alat pengukur sensor online). “BRG

mewajibkan perusahaan untuk menggunakan teknologi Sesame dan sejenisnya. Ini juga menjadi alat deteksi

dini terhadap kekeringan gambut yang berpotensi memicu kebakaran,” demikian disampaikan Kepala BRG.

Nazir Foead menegaskan bahwa BRG melakukan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat mengenai

pembukaan kanal di lahan gambut di Pulau Padang, Riau. Tim penilai BRG telah turun ke lapangan, pelaku

pembukaan telah dipanggil. Bersama dengan masyarakat, BRG sedang merancang penyekatan kanal di areal

masyarakat.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Teten Masduki, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat di tingkat

tapak, pelaku usaha dan kelompok masyarakat sipildalam penyelamatan ekosistem gambut. “Upaya

Pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya lahan gambut, perlu partisipasi dan kontrol publik

yang kuat. Kelompok Masyarakat Sipil dan para jurnalis memegang peran vital  dalam urusan ini,” ditegaskan

oleh Teten Masduki.

— – S e l e s a i — –

Kontak:

Myrna A. Safitri

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan

Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia

Gedung Sekretariat Negara Lantai 2

Jl. Teuku Umar 10, Menteng, Jakarta Pusat 10350

Tel: (021) 319 012608, Mobile: +62 816861372

e-mail: myrna.safitri@gambut.id