Purun dan Tradisi “Bergambut” Perempuan Padamaran
8 November 2016
Mengenal Berbagai Anyaman, Tradisi Masyarakat Lahan Basah Nusantara
13 November 2016
Show all

Komik Ini Alat Abdurrahman Saleh Selamatkan Gambut

http://www.mongabay.co.id/2016/11/08/komik-ini-alat-abdurrahman-saleh-selamatkan-gambut/

Workshop membuat komik bersama “Mat Gambut”. Foto: Yitno S

Workshop membuat komik bersama “Mat Gambut”. Foto: Yitno S

Abdurrahman Saleh, dikenal sebagai komikus peduli lingkungan. Dia kerap membuat komik-komik mengkampanyekan penyelamatan satwa. Dia pula kreator tokoh komik Mat Gambut, tokoh kartun dalam akun sosial Badan Restorasi Gambut (BRG), untuk mengkampanyekan pemulihan gambut.

“Kamu bisa menyelamatkan gambut lewat komik,” katanya, sembari memberi arahan pada puluhan  warga gambut yang belajar membuat komik pada Jambore Masyarakat Gambut di Jambi.

Cerita komik ini hampir selalu disajikan dalam empat panel, tak pernah lebih. Pria lulusan senirupa Institut Seni Indonesia ini terinsipirasi dengan komik Jepang Yon Koma, yang selalu membuat cerita empat panel.

“Masyarakat itu lebih tertarik kalau lihat visual, mudah ditangkap (dipahami) ketimbang tulisan.”

Sejak BRG dibentuk awal 2016, kampanye penyelamatan gambut mulai lewat komik. Sampai sekarang,  ada 20 lebih cerita komik tergambar dalam satu, dua dan empat panel.

Ceritapun macam-macam, ada soal gambut, kebakaran, hingga kritik perusahaan yang terjerat kasus pembakar lahan. Terkadang, cerita menyesuaikan hari besar nasional. “Cerita selalu dikaitkan dengan lingkungan,” katanya.

Meski belum jadi viral di jagat maya, tokoh Mat Gambut cukup mendapat respon baik setiap kali dibagikan di akun sosial BRG. Terkadang, pembaca membagi ulang.

Ada satu celotehan Mat Gambut cukup populer, yaitu saat dia minta maaf pada satwa gambut terancam punah karena ulah manusia. Ini sindirian.

Saleh berharap, masyarakat di wilayah gambut bisa membuat isu lingkungan di tempat tinggal mereka. Termasuk cerita sukses menjaga lingkungan.

Abdurrahman Saleh, tengah membuat komik bertema penyelamatan gambut. Foto: Yutno S

Abdurrahman Saleh, tengah membuat komik bertema penyelamatan gambut. Foto: Yutno S

Sepuluh persen lebih daratan Idonesia merupakan wilayah gambut, 2,4 juta hektar rusak karena kebakaran dan kubah-kubah gambut rusak buat sekat kanal. Penyelamatan gambut perlu segera, meski harus dengan banyak cara.

Myrna A.Safitri, Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan BRG mengatakan,   kampanye lewat komik bisa menjadi satu pilihan dalam menyampaikan pesan pemulihan gambut. “Komik itu ringan, lucu, tapi pesan-pesan beratnya bisa tersampaikan.”

Saat ini, katanya, respon masyarakat di dunia maya cukup positif. Setiap kali celotehan Mat Gambut dibagi BRG ada seribuan melihat. Tokoh Mat Gambut mempresentasikan Sumatera, sementara tokoh Noni Gambut, menggambarkan Papua.

Dia ingin, tokoh Mat Gambut dan Noni Gambut bisa menyampaikan pesan-pesan restorasi gambut pada masyarakat.

BRG juga sedang merencanakan kampanye penyelamatan gambut lewat film. Kata Myrna, BRG mendorong masyarakat bisa membuat video partisipatif.

“Kita berharap nanti ada masyarakat memvideokan, masyarakat yang mengabarkan. Supaya ini betul-betul menjadi menjadi gerakan,” katanya.