BRG, Masyarakat Gambut Internasional, dan Japan Peatland Society Gelar Tropical Peatland Roundtable
Perpanjangan Seleksi Terbuka Penerimaan Calon Kepala Sub Kelompok Kerja pada Badan Restorasi Gambut Tahun 2017
31 Oktober 2017
Pengumuman Kelulusan Tenaga Administrasi Keuangan Program Detasering Tenaga SKMA dalam Restorasi Gambut
31 Oktober 2017
Show all

BRG, Masyarakat Gambut Internasional, dan Japan Peatland Society Gelar Tropical Peatland Roundtable

Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2017 — Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama Masyarakat Gambut Internasional (Internasional Peatland Society, IPS) dan Japan Peatland Society (JPS) menyelenggarakan “Tropical Peatland Roundtable”. Acara yang akan diselenggarakan pada 1 sampai 4 November 2017 ini dihelat di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta dan Palangka Raya. “Tropical Peatland Roundtable” akan membahas rencana aksi bersama untuk restorasi gambut. Ilmuwan dan praktisi gambut internasional akan membentuk Komite Internasional guna membantu BRG dalam pelaksanaan program restorasi.

Tiga pilar yang menjadi agenda pembahasan mencakup: 1) Pengembangan pelaporan dan verifikasi sistem pemantauan lanjutan untuk tingkat TIER 3 UNFCCC, 2) “Membangun Model Pilot Project” restorasi gambut pada berbagai karakteristik biofisik dan sosial ekonomi di kesatuan hidrologis gambut, 3) Sistem pengembangan kapasitas.

Rumitnya pengelolaan lahan gambut bukan hanya karena adanya banyak pemangku kepentingan namun juga karena sifat ekosistem rawa gambut sendiri. Ada beberapa elemen yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan gambut, seperti tingkat air tanah; status unsur hara tanah dan air; vegetasi; topografi, dan sistem sosio-ekonomi.

“Selama lebih dari 20 tahun, ilmuwan Indonesia dan Internasional telah berkolaborasi dalam studi ekosistem rawa gambut dan metode restorasi. Hasil berbagai penelitian telah digunakan untuk dasar kebijakan tentang pengelolaan lahan gambut,” demikian disampaikan Kepala BRG.

Masih diperlukan studi multi dan inter-disiplin mengenai ekosistem rawa gambut tropis yang mempunyai rekomendasi praktis bagi pelaku restorasi gambut.Ada kebutuhan mendesak untuk tindakan lebih lanjut dari para ilmuwan untuk mendukung restorasi, konservasi dan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan di Indonesia.